Home TANGERANG HUB Pelabelan Incar Warga Mampu

Pelabelan Incar Warga Mampu

0
SHARE
LABEL: Camat Neglasari Ubaidillah Anshar menyisir warga mampu yang menerima bantuan pemerintah, beberapa hari lalu. FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Kecamatan Neglasari terus menyisir warga mampu dengan cara pelabelan atau graduasi. Hal itu dilakukan agar warga mampu tidak lagi menerima bantuan program PKH maupun BPNT dari pemerintah.

Dengan pelabelan itu, pihak kecamatan bisa dengan mudah mencari mana saja warga yang mampu menerima bantuan pemerintah. Karena, selama dua tahun warga mampu telah menerima bantuan pemerintah yang seharunya untuk warga kurang mampu.

Camat Neglasarai Ubaidillah Anshar mengatakan, graduasi dilakukan untuk memperbarui data warga kurang mampu agar bantuan tepat sasaran.

“Memberikan label miskin bukan tiba-tiba, tetapi kita data dulu dan kita tanyakan kepada warga yang bersangkutan. Bukan tiba-tiba kita datang langsung diberi label,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres, Minggu (8/9).

Ubed menambahkan, untuk warga yang benar-benar tidak mampu, pihaknya tidak akan memberikan label tersebut. Karena secara aturan merekalah yang berhak mendapatkan bantuan bukan orang mampu yang mengaku tidak mampu.

“Beberapa waktu lalu, ada satu keluarga yang mau diberikan label karena mengaku bukan warga Kota Tangerang. Saya sebelumnya menanyakan dulu kepada keluarga tersebut, saya labelin miskin karena kemauan sendiri dan ia mengaku membutuhkan bantuan tersebut walaupun kehidupannya mapan,”paparnya.

Ia menjelaskan, untuk di Kecamatan Neglasari sendiri warga kurang mampu berjumlah 10.282 keluarga dan tersebar di 7 kelurahan.

Sedangkan untuk warga mampu yang telah mengundurkan diri masih dalam pendataan. Karena setelah ada graduasi keluarga mampu langsung mengundurkan diri untuk menerima bantuan.

“Intinya pemberian label miskin bukan untuk menakuti masyarakat melainkan untuk mengetahui berapa jumlah warga mampu yang menerima bantuan dari pemerintah. Setelah adanya itu, barulah warga mampu ini mengundurkan diri ke kecamatan dan juga Dinsos agar datanya dihapus dan diberikan kepada warga yang membutuhkan,”ungkapnya.

Ubed menuturkan, masayarakat tidak perlu takut. Selain itu jangan percaya omongan dari berbagai pihak kalau label itu akan diterapakan semua yang menerima bantuan. Karena kenyataannya, pelabelan dilakukan untuk mengetahui warga mampu yang menerima bantuan.

“Saya meminta warga jangan percaya omongan orang, karena graduasi bukan langsung diberikan label miskin. Tetapi kami bertanya terlebih dahulu, apakah masih mau atau tidak. Kalau masih mau maka kami akan berikan, tetapi kalau tidak mau, mereka harus mengundurukan diri sebagai keluarga yang menerima bantuan,”pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here