Home NASIONAL Audisi Umum PB Djarum Dihentikan

Audisi Umum PB Djarum Dihentikan

0
SHARE
Suasana audisi umum Djarum beasiswa bulutangkis di GOR Satria, Purwokerto, Senin (9/9). PB Djarum mengumumkan audisi umum beasiswa bulutangkis 2019 akan menjadi yang terakhir. FOTO: Hendra Eka/Jawa Pos

PB Djarum Kudus berada dalam posisi terjepit. Harus menghentikan audisi umum beasiswa Djarum mulai tahun depan. Di satu sisi, klub bulutangkis terbesar di Indonesia ini, tak ingin mengubur mimpi calon atlet belia menjadi atlet kelas dunia.
Bahkan, untuk memperjuangkan niat memfasilitasi atlet muda terbaik, PB Djarum yang bermarkas di Kudus ini, sampai rela menanggalkan logo Djarum yang tertera di kaus atlet.

Namun, menurut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tetap mendesak. ”Zero tolerance. Itu yang mereka katakan kepada kami saat rakor (rapat koordinasi),” ujar Yoppy.

Proses audisi umum 2019 disampaikan olehnya tetap berjalan. Ini karena tak ingin membuat kecewa peserta yang sudah mendaftar. Terutama yang rela datang dari jauh. ”Saya minta dispensasi ke mereka (KPAI, red) tahun ini saya selesaikan sampai final di Kudus. Setelah itu kami off,” ujarnya.

Perihal audisi umum yang bakal off mulai tahun depan, Yoppy tak tahu akan berlangsung sampai kapan. Menurutnya, selagi PB Djarum tak diberi ruang untuk menggelar audisi umum, tak akan digelar. Sebab, menurutnya KPAI dan PB Djarum sudah berbeda jalur. ”Mereka itu ke kiri. Sedangkan kami ke kanan. Kan sudah beda to. Akhirnya nggak ketemu,” ujar Yoppy.

Duduk bersama dengan pemangku kebijakan juga telah dilakukan oleh PB Djarum. ”Sekarang mau gimana lagi. Ini sudah paling mentok. Saat rakor itu sudah ada Kemenpora, KPAI, KONI, Kemenkumham, BPOM, dan Menkes. ”Kurang apa? KPAI tetap bilang zero tolerance. Kami ini terjepit dan tak punya ruang lagi. Ya sudah, berhenti saja (audisi umum). Sampai kapan? Sampai kami punya ruang bergerak lagi,” terangnya.

Terjepit yang dimaksudkan, sebenarnya logo Djarum itu mengarah pada nama PB Djarum. Namun dipersepsikan oleh pihak lain sebagai brand produk tembakau. ”Padahal jelas Djarum Badminton Club. Beda dengan ini,” imbuh Yoppy seraya menunjukkan brand rokok Djarum Super. ”Jika dibilang kami tak ikhlas membibit atlet, karena dianggap tak mau meninggalkan brand Djarum, memang kami kurang apa selama ini? Sudah banyak yang kami berikan demi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here