Home PENDIDIKAN SMA Darussalam Badak Anom Kenang BJ Habibie, Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SMA Darussalam Badak Anom Kenang BJ Habibie, Kibarkan Bendera Setengah Tiang

0
SHARE
UPACARA: Guru dan siswa SMA Darussalam Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang melaksanakan upacara pengibaran bendera setengah tiang, menghormati meninggalnya BJ Habibie, Kamis (12/9). FOTO: M. Deden Budiman/Tangerang Ekspres

SINDANG JAYA – Kabar duka wafatnya Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie membuat seluruh rakyat Indonesia berduka. Tidak terkecuali pelajar SMA Darussalam Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Sebagai bentuk duka cita, satusan pelajar sekolah tersebut melaksanakan upacara bendera setengah tiang, untuk mengenang eyang BJ Habibie.

Pantauan Tangerang Ekspres, seperti halnya upacara bendera setiap hari Senin, para siswa dan siswi berbaris rapi. Kemudian ada tim Paskibra mengibarkan bendera diiringi lagu kebangsaan, Indonesia Raya.

“Kegiatan ini digelar sebagai bentuk bela sungkawa dan penghormatan terakhir kepada almarhum BJ Habibie,” kata Nahrowi, Wakasek Kurikulum SMA Darussalam Badak Anom, Kamis (12/9).

Seusai upacara pengibaran bendera setangah tiang, terlihat para siswa itu menyobek buku tulis mereka dan menuliskan harapan kepada BJ Habibie di kertas itu.

Lalu tangan mereka melipat kertas tersebut. Membentuknya seperti pesawat kertas sederhana. Tak lama, para siswa itu mulai menerbangkan pesawat harapan itu untuk bapak teknologi Indonesia.

“Pesawat ini harapan untuk Eyang BJ Habibie yang telah meninggal dunia. Harapan saya Eyang Habibie mendapatkan tempat terbaik,” kata Zahra, salah satu siswa SMA Darussalam Badak Anom.

Dia berharap nantinya ingin bisa membuat pesawat seperti BJ Habibie saat muda. “Saya pengen bisa membuat pesawat seperti Eyang BJ Habibie. Dia (Eyang BJ Habiebie) sangat pintar sekali,” terang siswa kelas 12 ini.

Sementara itu, Kepala SMA Darussalam Badak Anom, Tarmudi mengaku, bahwa sengaja meluangkan waktu untuk mengenang BJ Habibie. Selain mengibarkan bendera setengah tiang, dia juga meminta para siswa untuk kumpul di lapangan, lalu mereka membuat pesawat sederhana dari kertas.

Sebab, kata dia, presiden Indonesia yang ke 3 itu merupakan perancang pesawat pertama Indonesia bernama N-250. Pada 1995 prototipe pesawat N-250 PA-1 versi Gatotkaca yang sanggup mengangkut 50 penumpang melakukan terbang perdana disaksikan Presiden Soeharto kala itu.

“Lalu muncul pesawat-pesawat yang lain. Harapan kami siswa kami mencontoh itu semua. Jadi kami menerbangkan 1.000 pesawat untuk mengenang beliau,” tegasnya.

Sementara, tidak hanya menerbangkan 1.000 pesawat. Siswa SMA Darussalam Badak Anom juga melakukan doa bersama. Mereka memanjatkan doa agar Habibie mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here