Home TANGERANG HUB Penangakaran Buaya Tanjung Pasir Sepi Pengunjung

Penangakaran Buaya Tanjung Pasir Sepi Pengunjung

0
SHARE
BUAYA: Seorang pawang sedang memantau aktivitas buaya di penangkaran buaya Tanjung Pasir, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Minggu (15/9). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

TELUKNAGA – Objek wisata penangkaran buaya di Kampung Tanjung Pasir, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, sepi pengunjung. Objek wisata ini pernah menjadi primadona tujuan wisatawan pada periode 2006 sampai 2007.

Pantauan Tangerang Ekpres, Minggu (15/9), setelah masuk pintu gerbang utama kawasan penangkaran buaya, lingkungan penangkaran terlihat kumuh sehingga memberikan tempat ini tidak terawat baik. Di pintu gerbang ke dua, ada dua orang penjaga tiket. Pengelola menarif tiket masuk seharga Rp10 ribu per orang.

Sarta, seorang pekerja di penangkaran buaya mengatakan, kawasan penangkaran buaya dibangun pada 2001. Kemudian, kawasan penangkaran mulai menampung buaya pada 2005. Selanjutnya, penangkaran buaya dibuka untuk umum.

“Tempat ini paling ramai dikunjungi wisatawan pada periode 2006 sampai 2007. Pada waktu itu, wisatawan bisa mencapai 200 pengunjung pada Sabtu dan Minggu. Hari lain, minimal mencapai 50 orang. Sekarang, Sabtu dan Minggu pengunjung kurang dari 50 orang,” ungkap Sarta, kepada Tangerang Ekspres.

Di luar itu, dikatakan Sarta, sekarang pihaknya merawat sekitar 400 ekor buaya Sumatera atau dalam bahasa latin disebut crocodillus phorosous. Saat ini, buaya-buaya yang dirawat berusia 10 tahun hingga 60 tahun.

“Di lahan sekitar lima hektar, ada empat kandang buaya, kami pisahkan buaya-buaya berdasarkan kategori usia mereka,” kata Sarta, seraya menunjukan kepada wartawan buaya yang sudah berusia 60 tahun.

Ayah tiga anak ini mengatakan, pihaknya memberikan daging ayam sebanyak 1,5 ton sampai dua ton kepada buaya-buaya dalam jangka waktu sepekan. Kemudian, pihaknya rutin membersihkan kolam-kolam di dalam kandang buaya.

“Pekerjaan membersihkan kolam inilah yang tidak sembarangan. Sedangkan, kalau kolam tidak dibersihkan akan menimbulkan bau yang tidak sedap dari air kolam karena kotor,” ucapnya.

Sementara itu, Efendi, seorang pengunjung mengatakan, dia pernah satu kali berkunjung ke pengangkaran buaya Tanjung Pasir kisaran 2006 lalu. “Sekarang saya ajak anak bungsu saya ke sini,” kata warga Kota Tangerang ini.

Efendi menyebutkan, menyempatkan mampir ke penangkaran buaya Tanjung Pasir sebelum berkunjung ke Pantai Tanjung Pasir. “Dari rumah saya sengaja mau mampir dulu ke penangkaran buaya, sebelum ke Pantai Tanjung Pasir. Sebab, anak bungsu saya yang berusia tiga tahun belum pernah diajak ke sini,” pungkasnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here