Home BANTEN Wartawan Banten Tuntut Kapolri Tindak Oknum Polisi

Wartawan Banten Tuntut Kapolri Tindak Oknum Polisi

0
SHARE
AKSI SOLIDARITAS: Puluhan wartawan Banten menggelar aksi solidaritas mengecam aksi kekerasan terhadap jurnalis di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, KP3B, Kota Serang, Kamis (26/9). FOTO: TB Iyus/Banten Ekspres

SERANG-Puluhan wartawan dari Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten, Pokja Kota Serang, Pokja Hukum dan Kriminal, dan pers kampus berunjuk rasa di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, KP3B, Kota Serang, Kamis (26/9). Mereka mengancam tindakan kekerasan oleh oknum polisi terhadap rekan seprofesi mereka.

Diketahui, beberapa hari lalu, belasan wartawan di sejumlah kota mengalami tindakan kekerasan oleh oknum aparat saat meliput jalannya unjuk rasa mahasiswa menolak disahkanya Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebelum melakukan aksi, terlebih dahulu puluhan kuli tinta tersebut melakukan longmarch dari Sekretariat Pokja menuju tugu KP3B. Sesampainya di lokasi, satu per satu wartawan menyampaikan orasi.

Aksi damai itu juga diwarnai dengan unjuk kebolehan bermain kesenian debus oleh salah satu jurnalis media online.

Korlap aksi, Deni Saprowi dalam orasinya menuntut kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menindak oknum polisi yang melakukan kekerasan itu dengan menghukum seberat-beratnya. Ia juga mengaku prihatin dan mengecam aksi kekerasan yang dialami para jurnalis di Jakarta, Bandung, Makassar, dan Papua.

“Bahwa hari ini jurnalis di Banten merasakan kepedihan, kita lagi-lagi harus teriakan bahwa reformasi kepolisian belum tuntas dan masih adanya oknum kepolisian menghalangi dengan berbagai cara, dan yang terburuk dari menghalangi wartawan adalah dengan melakukan aksi kekerasan,” ujarnya.

Menurut Deni, jurnalis yang mendapat perlakuan kekerasan itu dipukuli dan ditendang layaknya seperti koruptor, bahkan seperti teroris. Padahal, kerja seorang jurnalis dilindungi Undang-Undang Pers.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here