Home TANGERANG HUB Semua Sepakat Anti-Politik Uang, Diskusi Menakar Pilwalkot Tangsel

Semua Sepakat Anti-Politik Uang, Diskusi Menakar Pilwalkot Tangsel

0
SHARE
FOTO BERSAMA: Para bakal calon Walikota Tangsel di Pilkada 2020 foto bersama usai menjadi narasumber dalam diskusi menakar Pilwalkot Tangsel di Kampung Anggrek, Serpong, kemarin.

SERPONG-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangsel dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar kegiatan diskusi publik Tangsel Bicara. Acara yang dilaksanakan di Resto Taman Anggrek, Serpong, Sabtu (28/9) ini dengan tema “Menakar Pilwalkot Tangsel 2020”. Dalam diskusi ini, narasumber mulai dari tokoh, politisi dan pengawas serta penyelenggara Pilkada sepakat untuk anti terhadap politik uang.

Acara dilaksanakan mulai pukul 15.00 WIB tersebut, dihadiri sejumlah narasumber. Di antaranya Tokoh Tangsel KH. Zarkasih Noor, tokoh pers Hendri CH Bangun, tokoh muda Narji, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarok, Ketua Bawaslu Tangsel M Acep, dan Ketua KPU Bambang Dwitoro.

Selain itu, sejumlah bakal calon (Bacalon) Walikota Tangsel hadir. Seperti Suhendar, Benyamin Davnie, Kemal Pasya, Fadh Pahdepie, dan Siti Chodijah. Hadir pula Tokoh Pemuda Kota Tangsel, komedian Sunarji atau Narji.

Dalam diskusi tersebut Narji mengkiritik kondisi Bundaran Pamulang yang tidak sesuai dengan identitas Pamulang, yang Cerdas, Modern dan Religius (Cmore). Menurutnya, siapapun pemimpin Kota Tangsel ke depan, diharapkan yang berani mengkritisi kebijakan dari pusat maupun provinsi. “Saya sebagai orang Pamulang gelisah sekali lihat Bunderan Pamulang karena, bentuknya tidak sesuai dengan identitas Tangsel yang C-more dan Kota Millenial,” ujarnya, Sabtu (28/9).

Di tempat yang sama, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarok mengatakan, Provinsi Banten termasuk titik-titik yang paling tinggi soal politik uang. “Hampir di seluruh daerah itu terjadi, dan Banten termasuk titik-titik yang paling tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel Bambang Dwitoro mengatakan, Pilkada nanti tahapannya dibagi menjadi dua yaitu, tahapan persiapan dan penyelenggaraan. “Di dalam tahapan persiapan kita di situ ada sub-sub kegiatan, di mana ada perencanaan program dan anggaran. Pada saat ini kita bersama dengan Bawaslu Kota Tangsel sedang mengajukan permohonan dana hibah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Akota Tangsel Muhamad Acep ingin membuat terobosan-terobosan baru yang mampu menghapuskan politik uang dalam Pilkada mendatang.
Bagaimana menghilangkan politik uang di dalam pemilihan, dan memang perlu kesadaran dari teman-teman media, teman-teman tokoh masyarakat lain untuk menyuarakan bahwa betapa rusaknya politik uang itu. “Jadi bukan lagi soal sanksi betapa rusaknya politik uang, bagi berlangsungnya proses pembangunan,” ungkapnya.

Narasumber yang juga turut memberikan gagasannya adalah tokoh pers, Hendri CH Bangun. Menurutnya, pers harus memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan seperti Pilkada dalam Pileg dan Pilpres.

“Kemarin kasihan sekali calon-calon legislatif itu DPD, DPR, DPRD itu yang sama sekali tidak terekspose karena media itu terbelah fokus pada pilpres,” singkatnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here