Home TANGERANG HUB Digerakkan Pakai WA, Ribuan Pelajar Gagal ke Jakarta

Digerakkan Pakai WA, Ribuan Pelajar Gagal ke Jakarta

0
SHARE
Ratusan pelajar yang hendak ke Jakarta di kumpulkan di Mapolresto Tangerang Kota. Mereka diamankan dari berbagai wilayah di Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG-Akses dari Kota Tangerang, Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang menuju Jakarta dijaga ketat polisi. Ribuan pelajar yang hendak ikut demonstrasi ke Jakarta dicegat dan diamankan. Polres Metro Tangerang Kota berhasil mencegat ribuan pelajar yang hendak demo ke Jakarta. Mereka diamankan oleh tim polsek dari seluruh wilayah. Tadi malam, Senin (30/9) para pelajar masih di Mapolres untuk didata dan dilakukan pembinaan. Para orang tua siswa dipanggil untuk membawa pulang anak-anaknya.

Sebelumnya pada siang harinya, sebanyak 50 pelajar SMA, SMK dan SMP asal Kabupaten Tangerang terjaring sweeping Polsek Jatiuwung di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang Senin (30/9). Pelajar tersebut diamankan petugas saat menaiki mobil bak terbuka dan hendak menuju gedung DPR untuk mengikuti demonstrasi. Kapolsek Jatiuwung Kompol Aditya Sembiring mengatakan, dari hasil sweping ada 50 pelajar yang diamankan saat hendak menuju Jakarta. Dari pengakuan para pelajar itu mereka hendak menuju gedung DPR untuk berunjuk rasa.

“Semuanya pelajar dari Kabupaten Tangerang, dan seluruhnya untuk demo di DPR. Dari telepon seluler milik mereka, kami menemukan pesan ajakan. Itu ada pesan berantai Whatsapp (WA) dan ada beberapa pelajar yang masuk grup,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres kemarin. Aditya menambahkan, dari penggeledahan para pelajar itu tidak menemukan benda-benda yang berbahaya, baik senjata tajam (sajam) maupun benda lainnya. Mereka hanya membawa bendera-bendera merah putih yang masukan kedalam tas.

Polsek Jatiuwung menggeldah tas para pelajar yang di razia saat berada di Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung, Kota Tangerang.

“Seluruhnya masih menggunakan pakaian seragam sekolah mereka masing-masing. Ada beberapa orang terjaring juga tetapi bukan pelajar. Semuanya nanti akan kita bawa ke mapolres untuk dikumpulkan dan diperiksa,”paparnya. Ia menjelaskan, polisi mempersempit ruas jalan dari arah Jatiuwung menuju Jalan Daan Mogot menggunakan road barrier atau pembatas jalan. Bahkan ada sejumlah pelajar yang lari menghindari petugas dari mobil bak terbuka, beruntung polisi yang melihat pelajar itu langsung mengamankannya.

“Penyekatan dan sweeping tersebut masih akan dilakukannya sampai sore hari, dan kemungkinan jumlah tersebut masih akan terus bertambah. Sampai saat ini ada 50 pelajar dari SMA,SMK dan SMP. Tetapi ketika ditanya mereka itu hanya ikut-ikutan saja, karena mendapat ajakan dari orang yang tidak dikenal,”ungkapnya. Pantuan Tangerang Ekspres di lapangan, penyekatan tersebut tidak hanya dari Jatiuwung saja. Melainkan di beberapa titik menuju akses ke Jakarta seperti Cildeug, Batuceper dan juga beberapa akses yang akan dilalui para pendemo untuk menuju Jakarta.

Sementara itu Polsek Serpong mengamankan 200 pelajar. Mereka diamankan di jalan ketika menuju Stasiun Rawa Buntu Serpong dan rata-rata berasal dari sekolah di Rumpin dan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kapolsek Serpong Kompol Stephanus Luckito Andry Wicaksono mengatakan, ada sekitar 200 pelajar SMK yang diamankan. Mereka dipastikan akan pergi ke Jakarta. “Namun, ketika ditanyakan tujuan mereka ke Jakarta para siswa itu tidak bisa menjawab dengan jelas,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (30/9).

Luckito menambahkan, mereka diamankan ketika menumpang angkutan umum dan juga truk. Pelajar tersebut menuju Stasiun Rawa Buntu akan menggunakan kereta ke Jakarta. Karena di sekitar sekolahnya tidak ada stasiun. Pelajar tersebut diperiksa satu persatu barang yang dibawa dan diimbau agar tidak ke Jakarta. Telepon genggang milik pelajar juga diperiksa dan ditemukan ada ajakan demonstrasi ke Jakarta dari grup pesan WhatsApp (WA)

Semua pelajar langsung dibawa ke mapolsek. Kemudian mereka diberi pembinaan dan diimbauan untuk tidak ke Jakarta. “Pihak sekolah juga kita panggil dan setelah diberi arahan mereka kita suruh pulang dengan dikawal anggota saya,” tambahnya. Masih menurutnya, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ia telah mengerahkan anggotanya untuk berjaga di Stasiun Rawa Buntu sejak Senin (30/9) pagi. “Terutama pelajar yang menggunakan seragam sekolah untuk dicegah bila ada yang akan ke Jakarta untuk mengikuti demo,” jelasnya.

Pelajar STM asal Lebak dan Serang terjaring razia saat hendak ke Jakarta melalui jalan di Kabupaten Tangerang. Sebanyak 125 siswa diamankan di Stasiun Kereta Api Daru dan di ruas jalan protokol, Senin (30/9). Wakapolresta Tangerang, AKBP Komarudin menyayangkan adanya provokasi para pelajar untuk turun aksi ke Jakarta serta berhadapan dengan polisi. Walaupun begitu, ia tidak ingin tergesa-gesa dalam menyelediki asal muasal ajakan yang sudah menggerakan anak pelajar turun aksi.

Polresta Tangerang mencegat pelajar daru Serang dan Lebak yang hendak ikut demo ke Jakarta.

Adapun isi percakapan antar pelajaar STM tersebut yakni, “Cuy, lagi pada dimana?, cepetan kumpul kita ke Jakarta, nanti kalau ada polisi atau razia kita cicil satu-satu supaya tidak kena razia,” kata seorang siswa yang disuruh membacakan percakapan via WhatsApp di hadapan polisi, guru, dan teman sejawatnya.

“Mereka tidak memberitahu kepada kedua orang tuanya. Kita akan tindaklanjuti bagaimana awalnya ajakan menyebar dari siapa lewat siapa. Jelasnya, sudah ada informasi awal yang kita dapatkan dari hasil memeriksa handphone pelajar,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres di Mapolresta Tangerang. Ia mengungkapkan, saat ditanyai para pelajar tersebut tidak mengerti isu yang dibawa pada aksi di Jakarta.

Serta, membohongi para orang tuanya dengan mengaku hendak jalan-jalan bukan untuk ikut demonstrasi. Ketika diperiksa tidak ditemukan barang bawaan yang mencurigakan serta tidak ada benda tajam. Sebagai alasan, para pelajar mengaku mendapatkan ajakan dari media sosial yang tersebar di facebook dan instagram. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap smartphone milik pelajar STM ditemukan ajakan melalui chat WahtsApp dari salah seorang pelajar. Kata Komarudin, percakapan antar pelajar tersebut akan ditelusuri lebih dalam.

“Kami amankan 125 pelajar dari beberapa sekolah di wilayah Rangkas Bitung, Tigaraksa, Kopo, dan Balaraja. Informasi awal kita dapatkan dari handphone salah satu pelajar dan kita tidak segan-segan, siapapun kalau terbukti akan kita proses secara hukum,” tegasnya. Selain itu, ditemukan adanya 20 pemuda yang merupakan alumni atau lulusan dari STM yang berbeda dengan siswa yang terjaring razia. Karenanya, pemuda tersebut diamankan di tempat berbeda dan akan dilakukan pemeriksaan lebih dalam.

“Mereka ada yang mengenakan seragam pelajar SMK untuk ikut aksi di Jakarta. Namun mengaku mendapatkan ajakan dari media sosial. Tentu ini kita selidiki adanya keterkaitan dengan berbagai kelompok yang memanfaatkan situasi ini,” jelasnya. Komarudin menegaskan, selama beberapa hari ke depan akan dilakukan penyekatan di berbagai pintu masuk ke Jakarta dan daerah perbatasan. Serta, berkoordinasi dengan sekolah dan pemerintah daerah dan aparat TNI khususunya Kodim 0150 Tigaraksa.

“Operasi gabungan ini kita gelar hingga situasi di Jakarta kondusif dan aman. Kita akan kejar pihak yang memanfaatkan situasi dan kondisi dengan mengerahkan pelajar STM untuk turun aksi. Para pelajar ini harus dijemput orang tuanya agar bisa kita pulangkan,” tegasnya. (mg-9/mg-10/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here