Home TANGERANG HUB Pemuda Ciledug Tewas Ditusuk Teman Sendiri

Pemuda Ciledug Tewas Ditusuk Teman Sendiri

0
SHARE
PERIKSA: Petugas Polsek Ciledug memeriksa jasad Ahmad Zumaidi (20), korban penusukan oleh temannya sendiri di Perum Puri Kartika, Sabtu (12/10). FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG –  Ahmad Zumaidi (20), tewas ditusuk pisau sahabatnya sendiri, Nasurullah (24).  Kedua teman main ini berselisih hanya gara-gara pelemparan kunci motor.

Kejadian bermula saat Nasurullah, pelaku penusukan melempar kunci motor ke korban di Perum Puri Kartika Baru, Kecamatan Ciledug. Tak terima dengan perlakuan tersebut, korban merasa tersinggung hingga berujung perkelahian.

Kabag Humas Polrestro Tangkot Kompol Abdul Rachim mengatakan, tersangka sudah diamankan polisi setelah sebelumnya melarikan diri.

“Masalahnya hanya karena lempar kunci berujung baku hantam. Karena kesal, pelaku pulang ke rumah untuk mengambil pisau dan menusuk ke perut korban hingga korban meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit,”ujarnya saat dihubungi Tangerang Ekspres, Minggu (13/10).

Rachim menambahkan, pelaku ini kesal karena saat baku hantam dengan korban dipisahkan warga yang melihat. Setelah dipisahkan sepertinya   pelaku menyimpan dendam kepada korban dan akhirnya terjadi penusukan.

“Atas kejadian tersebut, masyarakat yang ada di tempat kejadian langsung melaporkan ke Polsek Ciledug. Setelah melapor, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan mencari pelaku,”paparnya.

Anggota menangkap pelaku yang saat itu bersembunyi. Tanpa perlawanan, akhirnya pelaku dimankan bersama barang bukti. “Pelaku sudah diamankan di Polsek bersama barang bukti sebuah pisau hijau yang masih berlumur darah. Selanjutnya, Polsek Cildug melakukan pendalaman untuk mengetahui motif lainnya,”ungkapnya.

Sementara itu, Bibi dari Ahmad Zumaidi Nita meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya karena telah menghilangkan nyawa keponakannya dengan cara keji.

“Saya meminta polisi menghukum seberat-beratnya, kalau istilah orang sini hilang nyawa harus dibayar nyawa agar setimpal,”mintanya.

Nita menuturkan, pelaku memang sering main bersama korban.

“Kalau keponakan saya ini sehari-hari kerja sebagai ojek online dan tidak pernah macam-macam. Pihak keluarga meminta pelaku dihukum yang berat,”tutupnya. (mg-9).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here