Home TANGERANG HUB Aksi Politik Tukang Galon Berlanjut ke PSI

Aksi Politik Tukang Galon Berlanjut ke PSI

0
SHARE
PENJUAL GALON: Yusrianto (tengah) berdiri di motor roda tiga miliknya didampingi beberapa pedagang barang bekas saat mengembalikan formulir pendaftaran Konvensi Calon Walikota di Kantor PSI Kota Tangsel, Selasa (15/10). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Sebanyak 30 orang telah mendaftar dalam Penjaringan Calon Walikota Tangsel yang dibuka Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Tangsel. Pendaftar penjaringan yang dibuka PSI sejak 15 September sampai 20 Oktober tersebut tidak hanya dari internal partai namun, ada juga aktivis, calon independen dan lainnya.

Salah satu yang mendaftar dalam konvensi PSI adalah Yusrianto. Ia merupakan warga Kampung Cilalung, Jombang, Ciputat, yang sehari-hari berjualan air mineral galon dan gas elpiji. Ia mengembalikan formulir pendaftaran ke PSI, Selasa (15/10) sore dengan diantar oleh pedagang roti keliling, tukang beli barang bekas, tukang jamu dan lainnya.

Yusriaanto datang dengan mengendarai motor roda tiga miliknya dan mengangkut galon kosong. Kedatangannya disambut Sekretraris Konvensi PSI Kota Tangsel Dondi Indrayana dan Wakil Ketua Konvensi Ratih Utami.

Sekretraris Konvensi PSI Kota Tangsel Dondi Indrayana mengtatakan, kedatangan Yusrianto sebagai mukti keseriusannya untuk maju dalam perhelatan konvensi Pilkada Tangsel 2020. “Konvensi ini adalah ajang yang terbuka untuk menjaring calon yang bekualitas dan berkomitmen yang tentunya sesuai gen PSI, yakni anti koruspsi dan intoleransi,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (15/10).

Dondi meyakini Yusrianto memiliki komitmen dan strategi yang mumpuni yang akan disampaikan dalam penyampaian visi dan misi pada panitia penjaringan. PSI sangat terbuka bagi siapapun untuk mencalonkan diri sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel. “Bro Yusrianto ini adalah salah satu yang kita cari karena mempunya keberanian dan punya visi dan misi yang jelas,” tambahnya.

Masih menurutnya, PSI sangat menghargai Bro Yusrianto karena, tujuan konvensi memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk berpolitik praktis. Siapapun memiliki hak yang sama, boleh daftar dan mengembalikan berkas pendaftaran. “Sampai saat ini sudah ada 30 orang yang mengambil formulir dan baru 12 yang mengembalikannya,” jelasnya.

Peserta konvensi nantinya akan menandatangai kode etik, interview oleh panelis nasional, lalu mengerucut menuju debat visi dan misi. Di sanalah masyarakat bisa menilai masing-masing peserta dan mana yang berkualitas. Lalu akan uji publik, contohnya melakukan kampanye sendiri, buat baliho dan lainnya.

“Kita juga akan lakukan survey elektabilitas mereka. Pada 2 Februari akan kita umumkan siapa yang akan didoroong untuk jadi Walikota dan Wakil Walikota Tangsel. Begitu diumumkan kita langsung cari koalisi dengan partai lain karena kita hanya punya empat kursi di DPRD Kota Tangsel,” tuturnya.

Sementara itu, sesuai mengembalikan formulir Yusrtianto mengatakan, kedatangannya ke kantor PSI sebagai bentuk keseriusan maju dalam Pilwakot Tangsel dan ingin bela rakyat bawah.

“Saat pengembalian formulir saya bawa kaum marhein, tukang jamu, penjual roti, barang bekas dan ini untuk buktikan optimisme kaum kecil sebagai kekuatan penyeimbang dan orang bawah punya hak politik dan bisa menekpresikan aspirasi politiknya,” ujarnya.

Yusrianto menambahkan, ada empat prinsip yang dilihat dalam PSI. Yakni, solidaritas (penganut ajaran Bung Karno), menghargai orang-orang yang berjiwa dan berusaha mandiri, kesetaraan gender, dan kepemimpinan pemuda (anak mudalah pemilik masa depan). “Jadi anak muda dilibatkan dalam pembangunan Bangsa Indonesia,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here