Home TANGERANG HUB Manfaatkan Lahan, Kembangkan KWT

Manfaatkan Lahan, Kembangkan KWT

0
SHARE
BERKEBUN: Sekretaris Lurah Kadu Agung, Wawan Kurniawan menunjukkan tanaman yang dikelola anggota KWT tingkat kelurahan, Rabu (16/10). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa mengedepankan pemberdayaan perempuan. Salah satunya mengembangkan keterampilan berkebun dari kelompok wanita tani (KWT) tingkat kelurahan.

Sekretaris Lurah Kadu Adung, Wawan Kurniawan mengatakan, kebun yang dipakai tempat pelatihan merupakan lahan kosong di sekitar kantor kelurahan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan cara pemerintah mengajak warga untuk memanfaatkan lahan kosong.

“Kita meminjam lahan milik warga yang juga belum dimanfaatkan. Memang di belakang dan samping kelurahan ada tanah milik kelurahan namun belum cukup, jadi kita pinjam pakai tanah milik warga,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (16/10).

Ia menjelaskan, anggota KWT diajari berkebun mulai dari pembibitan, perawatan hingga proses memanen. Wawan memaparkan, berbagai jenis tanaman obat, sayuran hingga bumbu dapur ditanam dan dipelajari. Adapun, luas kebun yang digunakan untuk tempat pelatihan secara keseluruhan mencapai sekira 300 meter persegi.

“Kita baru mulai hal ini sekira dua bulan lalu. Di sini kita tanam jagung, bayam, pakcoy dan jenis kacang. Lele juga kita ajari bagaimana ternaknya dan kemarin barusan dipanen. Ada juga cabai dan dauh semehong,” jelasnya.

Lanjutnya, kedepan akan dikembangkan anggota KWT hingga tingkat RW sehingga antusias warga untuk berkebun meningkat. Menurutnya, usai pelatihan ini akan dibagikan bantuan bibit tanaman kepada warga yang sudah mengikuti pelatihan.

“Nanti bibit ini kita serahkan sudah dalam bentuk polibag. Itu sudah termasuk pupuk dan medianya. Warga yang menerima hanya perlu merawat hingga bisa dipanen sendiri. Kita berikan berbagai jenis tanaman, sama seperti ketika diberikan pelatihan,” ungkapnya.

Kedepan, selain dari pelatihan berkebun, anggota KWT akan diberikan pelatihan mengolah berbagai jenis makanan ringan khas daerah. Termasuk cara mengemas dan membuat label atas produk makanan yang dihasilkan. Sedangkan, untuk pemasaran, kelurahan akan bekerjasama dengan organisasi perangkat dearah (OPD) yang terkait.

“Nanti, anggota KWT kita bentuk hingga tingkat RW, untuk yang ikut pelatihan berkebun itu sifatnya perwakilan dari RW dan RT. Mereka anggota yang di tingkat RW akan kita berikan pelatihan menghasilkan produk aneka makanan ringan,” tutupnya (mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here