Home TANGERANG HUB Libatkan Warga Susun Rencana Pembangunan

Libatkan Warga Susun Rencana Pembangunan

0
SHARE
BERIKAN ARAHAN: Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie (kanan) memberikan arahan kepada peserta FGD Bappeda di Lantai 3A Gedung 3 Balai Kota, Senin (21/10). FOTO: Humas for Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel mengadakan focus group discussion (FGD) perencanaan pembangunan berbasis masyarakat tingkat kota di Lantai 3A Gedung 3 Balai Kota, Senin (21/10). FGD tersebut diikuti perwakilan dari 54 Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) tingkat kelurahan.

Kepala Bidang Ekonomi Sosial dan Kemasyarakatan pada Bappeda Kota Tangsel Yahya Sutaemi mengatakan, acara ini dilakukan untuk melibatkan warga dalam proses pembangunan sejak awal. “Kita sudah keliling ke 7 kecamatan untuk mendatangi BKM. Kita ingin potret pembangunan Kota Tangsel ke depan bukan top down, tapi button up,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (21/1).

Yahya menambahkan, FGD dilakukan untuk melihat bagaimana sudut pandang masyarakat di bawah. Sehingga, Bappeda tinggal mensinkronkan dengan RPJMD Kota Tangsel. Ia mencontohkan, penanganan kesejahteraan sosial. “Ini lalu akan dimasukkan dalama Musrenbang 2021, kalau yang 2020 sudah diambil tahun lalu. Mudah-mudahan dengan masyarakat dilibatkan maka pembangunan tepat sasaran di Kota Tangsel,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pembangunan kota yang baik tidak bisa dipisahkan dari partisipasi masyarakat baik sejak dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian sampai kepada evaluasinya. Sehingga hasil pembangunan sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.

“Selama ini, dalam rangkaian forum Musrenbang, kita cenderung berfokus pada permasalahan fisik infrastruktur. Sementara permasalahan ekonomi, sosial dan kemasyarakatan masih belum cukup mendapatkan perhatian,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, permasalahan ekonomi, sosial dan kemasyarakatan sering ditemukan baik mulai dari tingkatan individu, komunitas, maupun tingkat kota. Angka kemiskinan kota adalah sebesar 1,68 persen dan merupakan angka terendah secara nasional. Namun, tetap dibutuhkan usaha bersama antar-pemangku kepentingan untuk mengeluarkan kelompok masyarakat tersebut dari bawah garis kemiskinan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here