Home OLAHRAGA Jelang Babak 8 Besar, Adaptasi Main Malam

Jelang Babak 8 Besar, Adaptasi Main Malam

0
SHARE
Pemain Persita mendapat hadangan pemain Babel United dalam laga di Stadion Utama Sport Center, Kelapa Dua (7/10). Laga ini digelar malam hari dan berakhir tanpa gol. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

PERSITA Tangerang bersiap dengan jadwal pertandingan yang telah dirilis PT. Liga Indonesia Baru. Salah satu yang dilakukan tim Ungu adalah mulai berlatih di malam hari sejak, Senin (28/10). Ini sebagai simulasi pertandingan Persita di dua pertandingan awal Babak 8 Besar.

Ya, Persita akan melakoni dua pertandingan awal di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang pada malam hari. Yakni menghadapi Martapura FC, Minggu (10/11) pukul 19.00 WIB dan kontra Persik Kediri, Kamis (14/11) yang juga dilangsungkan pada 19.00 WIB.

Baru pada pertandingan ketiga kontra PSMS Medan, Minggu (17/11) Persita tampil sore hari pada pukul 15.30.

“Ya, menghadapi sebuah pertandingan kita coba semua kemungkinan dan membiasakan pemain dengan kondisi sebenarnya. Kita memang beradaptasi dengan pertandingan malam hari, baik dari segi cuaca maupun lampu. Kita ingin dua pertandingan awal hasilnya maksimal,” ujar Widodo Cahyono Putro (WCP) Pelatih Persita.

Dikemukakan WCP dengan berlatih malam hari, menginginkan pemain bisa benar-benar menguasai semua sisi lapangan untuk bisa menghasilkan tiga poin.

Diakuinya meski bermain siang hari dan malam hari ada perbedaan, namun WCP tidak ingin membuat permainan tim Ungu berubah.

Karakter permainan pun diharapkan bisa lebih dengan maksimal dijalankan saat tampil malam hari. Karena dari sisi fisik terbantu dengan cuaca yang lebih sejuk. Oleh karenanya mantan pelatih Bali United ingin karakter bermain Persita lebih muncul di dua pertandingan awal.

Pada persiapan menghadapi tiga laga di babak 8 Besar WCP terbantu dengan dihapusnya sanksi akumulasi kartu kuning yang menghampiri dua pemainnya Egi Melgiansyah dan Asep Budi.

Pada manager meeting yang digelar akhir pekan lalu, ditetapkan pemain yang mendapat akumulasi kartu kuning diputihkan hukumannya.

Sehingga pada babak 8 Besar nanti Persita tetap bisa memainkan Egi dan Asep sejak pertandingan pertama. “Walau kita sudah siapkan penggantinya, tapi kita bersyukur ada keputusan pemutihan buat pemain yang kena kartu kuning. Sehingga kita bisa tampil full team dan kekuatan kita juga tidak berkurang,” ujar WCP.

Soal persiapan teknik dan taktik, WCP enggan mengungkap materi latihan yang akan dijalani pemain selama persiapan.

Namun secara garis besarnya, WCP menyatakan akan menyiapkan pemain agar siap dengan berbagai karakter permainan lawan di 8 Besar.

Namun demikian pemain diminta bisa lebih banyak menguasai permainan dibanding tim lawan dan tak gampang kehilangan bola. Ini dibutuhkan terutama menghadapi laga perdana yang dipastikan semua tim akan tampil lebih hati-hati untuk meraih kemenangan.

Menanggapi persiapan yang dilakukan Persita, Ade Jantra Lukmana gelandang tim Ungu menyatakan sejauh ini persiapan yang dirasakan cukup baik. Bahkan diakui Ade, semangat pemain untuk bisa meraih hasil maksimal terlihat dalam setiap latihan yang dijalani termasuk saat latihan fisik.

“Apalagi buat kami yang musim lalu merasakan gagal meraih tiket ke Liga 1, kami semua semangat agar bisa mengantar Persita ke Liga 1 musim ini. Kami tahu agar bisa lolos butuh kerja lebih keras dari sebelumnya,” jelas Ade.

Soal simulasi latihan malam, Ade menyatakan pemain jelas membutuhkannya. Apalagi pada pertandingan nanti, mereka mengincar tiga poin di dua pertandingan awal yang dilangsungkan pada malam hari. “Persita beruntung dua pertandingan awal main malam hari, ini (latihan malam) membawa manfaat buat kami,” tutupnya. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here