Home BANTEN Pemprov Ajak Pemuda Seriusi Industri Kreatif

Pemprov Ajak Pemuda Seriusi Industri Kreatif

0
SHARE
DIALOG: Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy berdialog dengan salah satu siswa peserta peringatan Hari Sumpah Pemuda di Plaza Aspirasi, KP3B, Kota Serang, Senin (28/10).

SERANG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengajak pemuda-pemudi untuk seriusi industri kreatif. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat memberikan sambutan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten di Plaza Aspirasi, KP3B, Kota Serang, Senin (28/10).

Dikatakan Andika, ekonomi kreatif sebagai kegiatan ekonomi input dan output utamanya adalah kreativitas dan gagasan. Dirinya berharap kegiatan tersebut dapat menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. “Ekonomi kreatif di Banten memilik potensi besar untuk dikembangkan. Data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI pada tahun 2017 menunjukkan bahwa Banten pengekspor ekonomi kreatif ketiga terbesar nasional setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. Khususnya pada sub sektor fashion, kuliner dan kerajinan tangan atau kriya,” kata Andika.

Selain itu, Banten juga menjadi salah satu daerah pengekspor ekonomi kreatif ke Amerika Serikat dan berbagai negara di Eropa serta Asia. Nilai ekspor ekonomi kreatif Provinsi Banten mencapai US$ 3,04 miliar atau 15,66 persen dari total nilai ekspor ekonomi kreatif yang mencapai US$19,4 miliar. Dimana nilai ekspor ekonomi kreatif menurut sub sektor fashion (56 persen), kriya (37 persen) dan kuliner (6 persen).

“Mengutip data Bekraf sebanyak 68,83 persen usaha ekonomi kreatof menggunakan internet yang menunjukkan bahwa fenomena ekonomi digital telah terimplementasi dengan baik dalam industri kreatif. Hal itu terlihat dari banyaknya pengusaha yang telah menggunakan komputer dan internet,” katanya.

Meski begitu, ia menilai, penggunaan internet masih belum optimal. Hal itu karena pelaku usaha cenderung menggunakannya untuk layanan surel (e-mail), mencari info, dan melayani pelanggan, belum sampai pada ranah jual beli online.

“Karena itu, pengembangan industru kreatif berbasis e-commerce diharapkan dapat meningkatkan produktivitas wirausaha muda di bidang industri kreatif di Provinsi Banten,” ujarnya.

Pada aspek kebijakan di bidang kepemudaan, lanjut Andika, Pemprov Banten telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2014 tentang Kepemudaan serta Peraturan Gubernur Banten Nomor 22 Tahun 2016 tentang Pembentukan Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda Daerah Provinsi Banten sebagai dasar hukum penyelenggaraan pemberdayaan pemuda melalui kewirausahaan. Berdasarkan pada kebijakan tersebut, sudah menjadi keharusan bagi pemerintah daerah bersama stakeholder untuk bahu membahu mencari solusi dengan memberikan ruang yang lebih mudah bagi pengembangan usaha, terutama pada UMKM di sektor industri kreatif.

“Sektor industri kreatif sesuai dengan karakteristik utama generasi milenial yaitu creative, confindence, connected atau lebih dikenal dengan konsep 3C,” katanya.

Sementara, Kepala Dispora Banten, Deden Aphriandy mengatakan, pihaknya sengaja menggunakan nuansa Papua dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda pada tahun ini.

“Persatuan kita beberapa waktu terakhir ini sedikit mengalami ancaman terkait isu-isu disintegrasi di Papua. Sebagaimana juga pemerintah pusat, kami di daerah menjadikan momentum ini untuk mempererat kembali persatuan dari Sabang sampai Merauke,” kata Deden. (tb/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here