Home TANGERANG HUB Zaki: Jangan Ada Qori Luar Daerah

Zaki: Jangan Ada Qori Luar Daerah

0
SHARE
PELANTIKAN: Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (tengah depan) melantik dewan hakim MTQ ke-50 di Aula Islamic Center Citra Raya, Kecamatan Panongan, Rabu (30/10). FOTO: Humas Kab Tangerang for Tangerang Ekspres

PANONGAN – Sebanyak 125 orang dewan hakim dalam ajang Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), resmi dilantik Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Pelantikan dilaksanakan di Aula Islamic Center Citra Raya, Kecamatan Panongan, Rabu (30/10).

Zaki menegaskan, MTQ ke-50 merupakan ajang pencarian kader-kader dan bibit-bibit calon penerus alim ulama di Kabupaten Tangerang. Karenanya, tidak ada pencatutan qori dari luar daerah dan apabila ditemukan, khafilah akan mendapatkan sanksi berat dari panitia.

“Tentu semua melalui proses yang panjang. Saya lebih bangga asli anak dari Kabupaten Tangerang walaupun tidak juara. Dibandingkan meraih juara tapi pake orang di luar Kabupaten Tangerang,” tegasnya Zaki

Ia menghimbau, dewan hakim MTQ bekerja secara profesional dan tidak ada anak emas dalam proses seleksi dan penialaian. Serta, tidak ragu-ragu dalam memberikan kritik kepada peserta sehingga ada perbaikan dalam diri peserta secara berkelanjutan.

“Selamat bertugas semoga Allah memberikan kemudahan dalam menjalankan tugas kita. Dan bisa membangun Kabupaten Tangerang lebih religius lagi. Kritik dan saran sauadara kepada peserta merupakan nutrisi baginya di masa depan,” kata Zaki .

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang,  Amat mengatakan, komposisi dewan hakim mewakili seluruh elemen yang memahami MTQ. Sedangkan, untuk pelaksanaan MTQ direncanakan pada 4 hingga 9 November di Kecamatan Pasar Kemis.

“Dewan hakim ini terdiri dari unsur ulama dan para ahli dari bidang cabang MTQ. Nanti ada Hakim ketua dan panitia untuk tiap-tiap cabang MTQ. Fungsi dan keberadaan dewan hakim ini sangat vital dalam pengembangan dan pembinaan para qori dan qoriah di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Ia berharap, dewan hakim dapat bersikap secara profesional dengan menghilangkan subjektifitas dalam memberikan penilaian. “Orientasi ini untuk menambah wawasan akan kehakiman serta objektifitas pengembalian penilaian untuk para qori dan qoriah,” tutupnya. (rls/mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here