Home BANTEN Warga Sobang Datangi DPRD

Warga Sobang Datangi DPRD

0
SHARE
TANAM PISANG: Warga Sobang, Kabupaten Lebak menanam pisang di ruas jalan milik Pemkab Lebak yang rusak berat, Senin (4/11). FOTO: Ahmad Fadilah/Banten Ekspres

LEBAK-Sejumlah warga Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Senin (4/11). Kedatangan mereka untuk menagih janji sejumlah anggota DPRD Kabupaten Lebak, khususnya yang pencalonannya berasal dari daerah pemilihan (dapil) tersebut.

Tokoh pemuda Sobang, Ono Sutarna mengatakan, kondisi jalan rusak di wilayahnya terjadi sudah hampir belasan tahun. Jalan utama di Kecamatan Sobang tersebut tak kunjung diperbaiki pemerintah daerah. Kondisi jalan sepanjang hampir 8 kilometer yang merupakan akses penghubung kecamatan tersebut sangat memprihatinkan.

“Sangat miris melihat masyarakat Sobang yang mengeluh kondisi jalan tersebut. Bayangkan jika ada warga yang sakit atau ingin melahirkan harus melewati jalan utama itu, bisa mengancam nyawa mereka,” kata Ono kepada Banten Ekspres, Senin.

Menurut dia, kondisi infrastruktur yang tidak layak tersebut menghambat kegiatan perekonomian warga, sehingga kondisi desa-desa yang berada di wilayah tersebut tidak berkembang pesat.

“Belum lagi masyarakat buruh tani, pedagang, tukang ojek yang sangat bergantung dengan akses jalan tersebut, ini kan menghambat perekonomian keluarga mereka,” ujarnya.

Karena kesal tak kunjung diperbaiki, kata dia, sejumlah pohon pisang ditanam warga di Desa Sindanglayung dan Sukamaju sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah.

“Kami minta DPRD segera mewujudkan harapan warga yang ingin jalannya layak, padahal Ketua DPRD terdahulu yang saat ini jadi wakil pimpinan ketua DPRD wilayahnya, tapi tidak ngaruh,” tuturnya.

Ketua Koordinator Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Dede Kodir menambahkan, dirinya sangat prihatin dengan masyarakat Sobang yang seolah dianaktirikan oleh Pemkab Lebak.

“Karena katanya ini sudah diajukan melalui Musrebang kecamatan dan sudah masuk ke SIMRAL untuk dianggarkan tahun 2019, tetpai kenyataannya tidak ada. Ada pengalihan atau bagaimana,” kata Dede.

Dede menyinggung soal visi Bupati Lebak Iti Jayabaya yang fokus pada sektor pariwisata. Jangan sampai, visi tersebut membuat pembangunan di wilayah yang tidak banyak memiliki potensi dan destinasi wisata dikesampingkan.

“Jangan dulu berbicara tentang wisata kalau infrastruktur jalan masih banyak hancur dan rusak. Bagaimana mau menarik wisatawan kalau akses jalan saja masih banyak yang tidak memungkinkan untuk dilewati?” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here