Home TANGERANG HUB Pemdes Mauk Barat Bantu Modal Budidaya Ikan

Pemdes Mauk Barat Bantu Modal Budidaya Ikan

0
SHARE
BERIKAN MAKAN: Ilham sedang menabur pakan di kolam ikan lele peliharaannya di Kampung Cinamprak RT 14/03, Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (14/11). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

MAUK – Pemerintah desa (Pemdes) Mauk Barat, Kecamatan Mauk, salurkan bantuan modal usaha berupa bibit ikan lele dan nila kepada warga. Bantuan ini adalah salah satu wujud nyata Pemdes Mauk Barat, dalam meningkatkan penghasilan warganya.

Misnan, kepala Desa Mauk Barat mengatakan, awal berdasarkan usulan warga yang berkemampuan dalam usaha budidaya ikan agar diberikan bantuan permodalan. Maka, belum lama ini pihaknya menyalurkan modal usaha kepada pembudidaya ikan.

“Bantuan modal diantaranya, berupa bibit ikan lele, bibit ikan nila, pakan dan obat-obatan,” kata Misnan, kepada Tangerang Ekspres, di Kantor Pemerintahan Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (14/11).

Dijelaskan Misnan, permodalan diberikan kepada tiga kelompok pembudidaya ikan. Lalu masing-masing kelompok yang terdiri dari sejumlah anggota menerima 1.000 bibit ikan lele, sekaligus 1.000 bibit ikan nila. Artinya, per kelompok menerima 2.000 bibit ikan. “Kelompok itu terbagi di tiga kampung,” jelasnya.

Misnan berkeinginan, kelompok pembudidaya ikan sebagai penerima manfaat permodalan dapat mengelola usaha mereka dengan baik. Sehingga, usaha budidaya ikan lele ataupun ikan nila di desanya semakin maju berkembang.

Misnan menambahkan, penyaluran modal berupa bibit, pakan dan lain-lain itu memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDesa) Mauk Barat, bidang pemberdayaan masyarakat, tahun anggaran 2019.

Di tempat terpisah, Ilham, ketua kelompok budidaya ikan di Kampung Cinamprak, mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Mauk Barat, sudah menyalurkan permodalan berupa 1.000 bibit kan lele dan 1.000 bibit ikan nila.

Dari 1.000 bibit ikan lele saja kata Ilham, pihaknya dapat panen ikan itu mencapai 1 kwintal atau 100 kilogram. Sebelum dipanen kata Ilham, bibit ikan lele berusia satu bulan dengan ukuran sekitar tiga centimeter dipelihara selama tiga bulan. “Setelah tiga bulan. Barulah ikan lele kami panen dari dalam kolam,” ujarnya.

Ilham menyebutkan, antara sembilan sampai 11 ekor ikan lele berusia tiga bulan, kalau ditimbang bisa seberat satu kilogram. Lele usia inilah yang laku dipasaran untuk dijual kepada pedagang, diantaranya pedagang pecel lele.

“Kalau pasaran harga lagi bagus, lele bisa dijual Rp22 ribu per kilogram. Sedangkan kalau harga lagi kurang bagus lele dijual dengan harga Rp17 ribu per kilogram,” ungkap pria yang menggeluti usaha budidaya ikan lele sejak 2017. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here