Home BANTEN Bupati Akan Panggil Semua Pengusaha Pertambangan

Bupati Akan Panggil Semua Pengusaha Pertambangan

0
SHARE
PERTEMUAN: Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa melakukan pertemuan dengan warga Bojonegara dan pihak terkait soal pembahasan solusi penanganan banjir di Bojonegara, di Pendopo Bupati Serang, Senin (13/1). FOTO: Ahmad Fikram Adidikata/Banten Ekspres

SERANG-Untuk mencegah bencana banjir kembali terjadi di Bojonegara, Kabupaten Serang, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah akan memanggil semua perusahaan pertambangan di wilayah tersebut. Pemanggilan akan dilakukan setelah Pemkab Serang dan pihak terkait menentukan jumlah biaya pembangunan Sabo Dam, normalisasi beberapa sungai yang ada di Bojonegara, dan pembangunan jembatan.

Bupati Tatu mengatakan permasalahan yang mengakibatkan bencana banjir di Bojonegara harus dapat diselesaikan. Oleh karena itu, pihaknya akan menyelesaikan permasalah tersebut dimulai dari hulu hingga hilir sungai.

Untuk di hulu sungai, dengan adanya aktivitas pertambangan batu, kata dia, pihaknya mengusulkan untuk membuat Sabo Dam serta melakukan revitalisasi sungai.

“Kalau berdasarkan cerita warga yang sudah lama tinggal di Bojonegara, sungai di wilayah itu dahulu lebarnya mencapai 12 meter tetapi sekarang sungai itu sudah mengalami penyempitan hingga 3 meter,” katanya saat ditemui usai melaksanakan diskusi bersama warga Bojonegara dan pihak terkait pembahasan solusi penanganan banjir di Bojonegara di Pendopo Bupati Serang, Senin (13/1).

Menurut dia, dari hasil laporan warga tersebut, sudah dapat diketahui bahwa salah satu penyebab banjir, yaitu sedimentasi. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengecekan di sungai untuk memastikan penyebab terjadinya banjir.

“Makanya tadi kita ajak perwakilan dari PT. BAM (Batu Alam Makmur) apakah benar sedimentasi itu terjadi karena limbah dari pertambangan batu, di situ nanti perannya perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa mengatakan pihaknya sangat mendukung adanya investasi yang ada di Kabupaten Serang. Akan tetapi ia menginginkan pihak pertambangan yang ada di Bojonegara untuk mempedulikan masyarakat yang dapat imbas dari aktivitas pertambangan di hulu sungai.

“Bukan hanya karena luapan sungai, akan tetapi terjadi karena adanya reklamasi yang dilakukan oleh PT BAM,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya ingin PT BAM untuk membantu dalam pembangunan Sabo Dam sebagai penampungan sementara. Hal itu dikarenakan pihaknya belum emmiliki anggaran untuk melakukan pembangunan tersebut.

Sementara itu, di tempat yang sama Direktur PT BAM Re Lendi mengatakan pihaknya tidak keberatan untuk melakukan pembangunan Sabo Dam jika semua perusahaan pertambangan yang berada di Bojonegara dan Margariri ikut membantu. Selain itu, pihaknya sudah melakukan pengangkatan lumpur yang ada di Sungai Grenyang, dari hulu hingga hilir sungai yang mencapai 1,2 kilometer.

“Sejak 7 Januari hingga saat ini saya tidak melihat alat perusahaan lain yang ikut membantu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengatakan untuk waktu dekat perlu dilakukan normalisasi dan peningkatan jembatan.

Menurut dia, normalisasi masih dalam proses yang dilakukan oleh perusahaan setempat. Sementara untuk jembatan, pihaknya akan mengundang semua perusahaan di Bojonegara serta instansi terkait untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.

“Enggak adil kalau cuma PT BAM yang kita panggil, ini dalam rangka memenuhi aspek keadilan,” katanya. (mg-6/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here