Home TANGERANG HUB Untung Jualan Perlengkapan Imlek

Untung Jualan Perlengkapan Imlek

0
SHARE
IMLEK: Penjual pernak pernik Imlek di kawasan Pasar Lama dan Pasar Anyar mulai bermunculan, Selasa (14/1). Jelang perayaan Imlek, barang-barang kebutuhan tersebut mulai diburu. FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Menjelang perayaan Imlek, penjual pernak pernik Imlek di kawasan Pasar Lama sudah bermunculan. Mulai dari lampu lampion, angpau, serta pernak pernik dengan logo tikus logam sudah mulai dijajakan.

Dengan berjualan pernak pernik Imlek para pedagang bisa merup keuntungan mencapai puluhan juta. Seperti yang dirasakan Ramdan, salah seorang pedagang yang mendapatkan keuntungan mencapai Rp 8 juta. Pernak pernik yang dijual oleh dirinya selalu dicari masyarakat yang merayakan Imlek.

“Tahun lalu, kalau dihitung keuntungan Rp 8 juta itu sudah bersih. Saya menjual ini hanya pada saat perayaan Imlek saja, setelah Imlek selesai saya berjualan buah,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di kawasan Pasar Lama Kota Tangerang, Selasa (14/1).

Ramdan menjelaskan, tahun ini dirinya menjual pernak pernik sesuai tema yakni shio tikus logam. Mulai dari lampiom, anpau, lampu hias, bunga sakura plastik, dan juga pernak pernik lainnya. Itu yang selalu dicari jika Imlek sudah dekat, bahkan barang dagangannya selalu habis diborong.

“Yang sangat laku biasanya angpau, banyak yang cari dan saya menjual dengan harga Rp 5.000 sampai dengan Rp 25 ribu. Mulai dari yang besar sampai yang kecil selalu diborong yang ingin merayakan Imlek. Karena itu kewajiban memberikan angpau kepada anak-anak dan juga orang yang membutuhkan,”paparnya.

Untuk lampion, Kata Ramdan, dijual diharga Rp 50 ribu hingga Rp 400 ribu dan itu tergantung diameter lampion tersebut. Tetapi, kebanyakan orang mencari lampion yang besar, walapun mahal tetap dibeli karena sebagai hiasan rumah pada saat Imlek.

“Lampion juga banyak dicari pada saat Imlek, dan biasanya wajib. Makanya banyak orang membeli lampion baru sebelum menjelang Imlek. Untuk jumlah yang dijual bisa mencapai puluhan lampion,”ungkapnya.

Tidak hanya Ramdan yang merasakan keuntungan pada saat Imlek. Susi salah satu penjual kue keranjang dan dodol juga merasakan keuntungan hingga Rp 6 juta selama Imlek. Dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 35 ribu sampai dengan Rp 70 per Kg.

“Saya berjualan disini sudah 8 tahun, selalu ramai pada saat Imlek. Tahun lalu saya dapat Rp 6 juta, bahkan ada juga yang pesan borongan menjelang Imlek. Untuk tahun ini saya menyiapkan dodol cina sebanyak 150 kg yang saya buat sendiri di rumah,”pungkasnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here