Home TANGERANG HUB Aturan Jam Opersional Truk Akan Direvisi, Sanksi Dipertegas

Aturan Jam Opersional Truk Akan Direvisi, Sanksi Dipertegas

450
0
SHARE

TELUKNAGA – Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasaniyah turun ke jalan bersama masyarakat, Rabu (15/1). Mereka memprotes masih adanya truk besar pengangkut pasir yang melintas di Jalan Raya Teluknaga, Bojongrenged, Kabupaten Tangerang. Karena, dua santriwati yang menimba ilmu di ponpes tersebut telah menjadi korban. Indah dan Suci pada Selasa (14/1) siang, terlindas truk pengangkut tanah saat melintas di depan bekas kantor BNP2TKI.

Keduanya menderita luka berat pada kaki dan harus dirawat di rumah sakit. Kemarin pagi ribuan warga menggelar demonstrasi di Jalan Raya Teluknaga, Bojongrenged, sebagai aksi protes atas lalulintas truk tanah yang melanggar jam operasional. Karena, Pemkab Tangerang sudah mengeluarkan Peraturan Bupati No.47 tahun 2018 yang berisi pembatasan jam operasinal truk bertonase besar pengangkut material tambang, seperti pasir, tanah dan batu. Truk hanya boleh beroperasi pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Bupati Tangerang A.Zaki Iskandar datang ke lokasi dan menemui para pendemo. Ia pun naik ke atas mobil komando milik pendemo dan memberikan penjelasan. Di depan massa ia berjanji akan merivisi Perbu 47/2018 yang selama ini mengatur jam opersional truk. “Revisi 47 itu akan direvisi untuk mempertegas sanksi-sanksi bagi yang melanggar,” katanya.

Zaki menyebutkan sudah mengirim surat undangan kepada tiga kapolres untuk rapat koordinasi pada Senin nanti, dalam rangka mempertajam tindakan kepada para pelanggar jam operasional truk.

“Pintu keluar masuk banyak, dan truk yang beroperasi pun banyak. Maka kami akan coba menggunakan personel yang terbatas bekerjasama dengan polres untuk menertibkan truk-truk yang melanggar,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here