Home TANGERANG HUB Rawan Sara dan Politik Uang, Isu Potensi Dalam Pilkada Kota Tangsel

Rawan Sara dan Politik Uang, Isu Potensi Dalam Pilkada Kota Tangsel

0
SHARE
RAKOR: Ketua Bawaslu M. Acep ( kanan) memberikan pengarahan saat rapat koordinasi penyelesaian sengketa dalam Pilkada di Marylin, Serpong Utara, Kota Tangsel. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel memaparkan isu strategis yang kerap terjadi dalam Pilkada. Pemaparan tersebut diperuntukan bagi panwascam agar mencegah tindak pelanggaran baik oleh warga maupun oleh bakal calon walikota dan wakil walikota serta tim suksesnya.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep menjelaskan, saat ini Bawaslu RI tengah menggodok indeks kerawanan pelanggaran. Rencananya, indeks ini akan dirilis di Bulan April. Sehingga Panwascam Kota Tangsel harus memahaminya.

“Nantinya kita juga bisa mengganti dan meneruskannya sebagai indeks potensi pelanggaran,” kata Acep, dalam acara Bimtek Penyelesaian Sengketa terhadap Panwascam se-Kota Tangsel.

Dia memaparkan, salah satu potensi pelanggaran yang terjadi saat pilkada adalah isu SARA. Menurutnya, di Tangsel dengan hasil pengawasan yang dilakukan pada saat Pemilu 2019 dan Pilkada 2020, isu ini sangat nyata.

“Isu sara ini merupakan intimidasi dan ancaman terhadap masyarakat oleh oknum tertentu,” kata Acep.

Kemudian, Acep juga menyampaikan bahwa kerawanan yang terjadi dalam pilkada adalah politik uang. Dia mengisahkan di suatu daerah, pada pemilihannya, untuk menjadi kepala desa saja, harus mengeluarkan uang bermiliar-miliar.

“Artinya, pengawasan harus diperketat. Sehingga tidak ada lagi politi uang yang terjadi dalam pilkada serentak 2020,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here