Home TANGERANG HUB Dana Nasabah BP Jamsostek Aman

Dana Nasabah BP Jamsostek Aman

0
SHARE
PELAYANAN: BP JAMSOSTEK Kantor Cabang Cikupa menjamin dana peserta aman. FOTO: BP Jamsostek for Tangerang Ekspres

TANGERANG-Mengawali tahun 2020, berita miring terkait pengelolaan dana investasi menerpa beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi. Namun, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) memastikan jika terpaan itu tak menimpa lembaganya. Sampai saat ini, dana nasabah BP Jamsostek tetap aman.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar-Lembaga BP Jamsostek, Irvansyah Utoh Banja mengatakan bahwa status dana peserta BP Jamsostek aman.

Bahkan, Pemerintah baru mengumumkan kenaikan manfaat BP Jamsostek tanpa penyesuaian iuran, yang di antaranya berupa kenaikan manfaat beasiswa 135% dan total santunan kematian sebesar 75%.

Utoh menyampaikan, hal tersebut dapat dicapai karena pengelolaan dana BP Jamsostek dilakukan berdasarkan regulasi yang ketat dan mengedepankan prinsip good governance.

“Penempatan dana BP Jamsostek hanya diperbolehkan pada instrumen dan batasan investasi yang ditetapkan dalam PP No. 99 tahun 2013 dan PP No. 55 tahun 2015. Selain itu peraturan dari OJK pada POJK Nomor 1 tahun 2016 juga membatasi penempatan saham BP Jamsostek seperti pada Surat Berharga Negara (SBN)”, terang Utoh.

Peserta BP Jamsostek dipastikan dapat bernapas lega tanpa khawatir dana jaminan sosial ketenagakerjaan mereka terganggu, karena BP Jamsostek dalam operasionalnya selalu diawasi oleh lembaga pengawas yang kredibel seperti BPK, OJK, KPK, dan KAP (Kantor Akuntan Publik). Dan, selalu meraih opini Wajar Tanpa Pnegecualian (WTP). Selain itu, sesuai dengan UU No. 24 tahun 2011 tentang BPJS, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan juga memantau langsung kegiatan operasional, termasuk perihal penempatan dana investasi.

Hasil pengawasan lembaga-lembaga tersebut juga segera ditindaklanjuti dan dilaporkan langsung kepada Presiden RI.

“Strategi investasi yang kami lakukan selalu mengutamakan hasil yang optimal untuk peserta dengan risiko yang terukur dengan tidak mengesampingkan prinsip good governance dan kehati-hatian”, tutur Utoh.

Utoh mencontohkan, ketika BP Jamsostek mulai melihat kecendrungan pasar saham menjalani koreksi, pihaknya mulai memperbesar alokasi pengembangan dana pada instrumen yang bersifat fixed income dalam bentuk SBN dan Deposito. Dimana untuk instrument deposito 97 % ditempatkan pada Bank Pemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here