Home BANTEN Sungai Ciberang Meluap, Tiga Jembatan Putus

Sungai Ciberang Meluap, Tiga Jembatan Putus

0
SHARE
Petugas BPBD Lebak meninjau jembatan darurat yang putus terbawa arus sungai di Kecamatan Lebak Gedong, Senin (27/1). FOTO: Ahmad Fadilah/Banten Ekspres

LEBAK – Tiga jembatan darurat di dua Kecamatan Lebak Gedong dan Sajira yang dibangun paska bencana Banjir bandang dan longsor tergerus aliran sungai Ciberang yang kembali meluap akibat curah hujan yang tinggi, Minggu (26/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Kasi Pencegahan dan kesiapsiagaan pada BPBD Lebak, Febby Rizki Pramatama hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu sore hingga Minggu dini hari hampir di seluruh wilayah di Lebak, menyebabkan debit air Sungai Ciberang meluap. Sehingga, tiga jembatan darurat di dua kecamatan yakni Kecamatan Lebak Gedong dan Sajira yang dibangun paska bencana Banjir dan longsor putus terbawa arus sungai Ciberang.

“Iya wajar saja terbawa arus sungai, karena jembatan darurat dibuat dari kayu dan bambu dengan posisi rendah atau di bawah jembatan yang putus. Hingga terbawa arus sungai yang meluap,” kata Febby, kepada Banten Ekspres, Senin (27/1). Menurutnya, jembatan darurat yang hanyut tersebut keberadaannya sangat dibutuhkan, sebelum jembatan gantung atau jembatan permanen kembali dibangun pemerintah. Untuk itu, kata Febby, pihaknya akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pihak PUPR dan kecamatan terkait penanganannya. “Kita akan komukasikan lebih lanjut dengan Dinas PUPR dan kecamatan setempat, bagaimana penanganan jembatan darurat yang hanyut tersebut,” paparnya.

Lanjut Febby, adapun tiga jembatan darurat yang hanyut diantaranya jembatan Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, jembatan Buluhen, Desa Banjaririgasi, Kecamatan Lebak Gedong dan Jembatan Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira. Untuk jembatan Somang, pihaknya sudah menurunkan perahu karet untuk penyeberangan bagi warga yang ingin beraktivitas. Sedangkan, untuk di Kecamatan Lebak Gedong, ada yang menggunakan jembatan gantung darurat. Bisa juga jalan memutar bila ingin menyeberang.

“Mudah-mudahan sungai segera normal, sehingga jembatan darurat bisa kembali dibuat,” ujarnya. Eko Masnika, warga Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira menyatakan, saat jembatan darurat putus pada malam hari, bersyukur tidak ada warga yang melintas diatasnya. Karena warga sudah antisipasi melihat kondisi air sungai yang meluap. “Kami harap pemerintah kembali membuat jembatan darurat sebelum jembatan gantung atau permanen dibangun kembali, karena kami sangat membutuhkannya,” ucap Eko.(mg-5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here