Home TANGERANG HUB Hari ke-7 CPNS Kab.Tangerang, Nilai Tertinggi 416

Hari ke-7 CPNS Kab.Tangerang, Nilai Tertinggi 416

0
SHARE
Peserta seleksi CPNS Kabupaten Tangerang mengerjakan soal SKD menggunakan komputer. Hari ini, tes seleksi akan berakhir.

TANGERANG-Tes seleksi CPNS Kabupaten Tangerang sedang berlangsung sejak (5/2) lalu. Hari ini, Rabu (12/2) akan berakhir. Hingga hari ketujuh kemarin, Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) nilai tertinggi 416, diraih peserta seleksi yang mengambil formasi ahli pertama penera. Dari 9.088 peserta tes, 836 tidak hadir dan otomatis dinyatakan gugur. Dari ribuan peserta itu, yang akan diterima menjadi CPNS 439 orang.

Tes SKD ini peserta mengerjakan tiga item tes. Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Untuk lulus SKD, peserta wajib mendapatkan nilai mininal 126 untuk TKP, minimal 80 untuk TIU dan minimal 65 untuk TWK.

Jika salah satu item tes tidak mendapatkan nilai minimal, dipastikan tidak lulus SKD. Jika lulus SKD, peserta akan mengikuti Tes Seleksi Bidang (SKB).

Kepala Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tangerang Hendar Herawan mengatakan peserta tes CPNS yang tidak mengikuti seleksi kompetensi dasar dinyatakan gugur. “Sampai hari ketujuh yang tidak ikut tes 836 orang, mereka tidak hadir tanpa keterangan, otomatis gugur, ” katanya.

Hendar menyampaikan sampai hari ketujuh ini nilai tertinggi ujian SKD adalah 416 dari formasi ahli pertama penera.

“Nilai tertinggi SKD sampai dengan hari ketujuh yaitu 416. Kita menunggu ujian hari terakhir, mungkin ada yang melebihi dari nilai tersebut,” paparnya.

Ujian SKD CPNS Kabupaten Tanegrang digelar 5-12 Februari di Universitas Budhi Darma Kota Tangerang, Jalan Imam Bonjol No.41. RT. 002/003, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Kepala Bidang Perencanaan Aparatur BKPSDM Kabupaten Tangerang Chica Dewi Larasati menambahkan untuk formasi umum, dalam penilaian ambang batas (passing grade) SKD terbagi dalam tiga jenis yaitu TKP minimal 126, TIU minimal 80
dan TWK minimal 65.

Sedangkan untuk formasi umum penyandang disabilitas nilai minimal keseluruhan kumulatif 260, dengan nilai TIU minimal 70. Untuk dokter spesialis minimal nilai keseluruhan kumulatif 271 dengan nilai TIU minimal 80.

Sebelumnya, Pemkab Tangerang mendapatkan jatah formasi 448. Namun, sejumlah formasi tidak ada yang mendaftar.

“Formasi yang terisi setelah proses pendaftaran menjadi 439. Sedangkan yang tidak terisi sebanyak 11 formasi, untuk disabilitas hanya 2 yang melamar dari 10 formasi” kata Chica.

Sementara itu, pada sesi 18, seleksi CPNS Kota Tangsel kemarin, Herry Suryanovan meraih nilai tertinggi, 391.Tes seleksi digelar di Laboratorium CAT milik Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Tangsel di BSD City, Serpong. Berlangsung sejak 8 Februari dan akan berakhir 18 Februari. Dalam tes SKD peserta wajib menjawab TWK 30 soal, TIU 35 soal dan TKP 35 soal. Peserta harus mengerjakan 100 soal dalam waktu 90 menit.

Setiap hari ada lima sesi tes. Masing-masing 110 peserta. Pada hari Selasa (11/2) sesi ke 18 ada 98 orang yang mengikuti tes. Setelah selesai hasilnya langsung terlihat di layar komputer yang disiapkan BKPP di luar ruangan. Dari 98 peserta posisi tertinggi diraih Herry Suryanovan dengan total nilai 391. Nilai tersebut berasal dari TWK dengan nilai 85, TIU nilai 160 dan TKP nilai 46.

Kepala Bidang Pendayagunaan BKPP Kota Tangsel Appgraid Purwanto mengatakan, untuk bisa lulus tes SKD peserta harus mendapatkan nilai ambang batas atau passing grade. “Passing grade ini tidak berlaku bagi formasi khusus, yakni lulusan cumlaude, penyandang disabilitas, diaspora, Papua Barat dan Papua,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (11/2). Pria yang biasa disapa Ipung ini menambahkan, mereka yang lulus SKD belum tentu bisa ikut tes seleksi kompetensi bidang (SKB). Namun dilihat dari jumlah formasinya. Ia mencontohkan satu formasi membutuhkan tiga orang. Maka jumlah itu akan dikalikan tiga, sehingga hanya 9 orang lolos SKB diambil peringkat teratas hingga ke bawahnya.

“Yang akan ikut tes SKB ini berdasarkan peringkat teratas dari masing-masing formasi yang dibutuhkan. Ranking tinggal lihat di sistem milik BKN,” tambahnya. Ipung menuturkan, dalam tes SKB materi yang akan diujikan adalah tentang kompetensi bidangnya dan juga menggunakan komputer CAT. Namun, jadwal pelaksanaan tes SKB masih menunngu jadwal dari BKN. Nantinya, hasil dari tes SKD dan SKB akan dijumlahkan dan diambil nilai tertinggi dari masing-masing jumlah formasi.

Yang dinyatakan lulus dan diterima jadi CPNS tentunya mereka yang memiliki nilai tertinggi. Pada CPNS tahun ini, Kota Tangsel mendapat 222 formasi untuk tenaga pendidikan 69, kesehatan 89 dan teknis 64. Namun, ada empat formasi tertentu yang tidak ada pelamarnya. “Tiap formasi ini dibagi-bagi lagi, contohnya kesehatan ada apoteker, perawat, dokter dan lainnya,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here