Home TANGERANG HUB Gali Potensi Pantai Utara, Zaki Paparkan Program Gerbang Mapan

Gali Potensi Pantai Utara, Zaki Paparkan Program Gerbang Mapan

0
SHARE
TEBAR BENIH: Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar (ketiga dari kiri) menebar benih 1 juta ikan dan udang di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Jumat (21/2). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

MAUK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang gencar membangun ekonomi kawasan pesisir pantai utara. Selain mengatasi dampak abrasi, juga diyakini membenahi sanitasi dan kesejahteraan warga.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, potensi ekonomi kawasan perlu ditingkatkan. Yakni, dengan program gerakan membangun masyarakat pantai (Gerbang Mapan). Program ini sudah tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2019 hingga 2020.

“Hari ini kita berkunjung ke desa yang masuk program gerbang mapan. Insya Allah di Desember 2021, wajah Desa Ketapang sudah berubah,” katanya, saat sambutan di acara penanam mangrove di Kecamatan Mauk, bersama Kapolri dan Panglima TNI, Jumat (21/2).

Zaki memaparkan, pembangunan Desa Ketapang masuk tahun anggaran 2020 dan 2021. Ia mengungkapkan, selain Desa Ketapang, juga Desa Kohod masuk program gerbang mapan.

“Kami mengubah desa ini tadinya tidak tertata kemudian dekat pantai dan banyak sekali abrasi, sedimentasi, sampah dan sebagainya. Kita akan merevitalisasi semuanya. Karena warga pesisir banyak yang bergantung pada hasil laut,” jelasnya yang disambut tepuk tangan Kapolri dan Panglima TNI.

Zaki mengungkapkan, pelelangan ikan di Kecamatan Mauk sudah mendapat restu diubah menjadi pasar ikan. Hal ini memberikan keleluasan Pemkab Tangerang menata dan mengembangkan kawasan.

“Di Kabupaten Tangerang ada lima lokasi fokus gerbang mapan. Desa Ketapang yang kedua dan ke depan pembangunan dilanjutkan ke desa berikutnya. ” jelasnya.

Diketahui, Kapolri dan Panglima TNI melakukan penanaman 10rb Mangrove dari tiga varietas dan 1 juta bibit ikan bandeng, nila dan benih udang.

“Saya mengapresiasi kepada semua pihak. Karena dalam 25 tahun terakhir dengan garis pantai 50 kilometer, sudah terjadi abrasi yang cukup parah pada 1,5 kilometer dari bibir pantai. Ini menjadi catatan kita,” ujarnya.

Zaki menegaskan, pemkab menata dan menjaga kawasan pantai untuk generasi selanjutnya. Ia menuturkan, problem yang dihadapi karena pesisir pantai langsung berhadapan laut lepas. Dimana, terdampak ombak besar dan pasang air laut.

“Kedatangan Kapolri dan Panglima TNI semoga menjadi motivasi bagi kita. Beserta warga Desa Ketapang untuk terus menjaga kawasan pesisir,” tutupnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here