Home TANGERANG HUB Masker Langka, Pembersih Tangan Ludes

Masker Langka, Pembersih Tangan Ludes

0
SHARE
Cairan pembersih tangan (Hand Sanitizer) langka. Salah satu apotek di Jalan Ir Djuanda, Ciputat Timur, Kota Tangsel, Selasa (3/3) sudah tidak punya stok lagi. Sejak diumumkannya dua warga Depok positif virus Corona, masker, hand sanitizer dan vitamin langka di pasaran. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

TANGERANG-Kasus virus Corona di Depok, berefek ke mana-mana. Sejak Presiden Jokowi mengumumkan telah ditemukan ada dua warga Depok yang positif terinfeksi virus Corona, warga Tangerang bereaksi. Kemarin, banyak warga memburu, masker, sabun pembersih tangan (Hand Sanitizer). Sayangnya, masker dan sabun pembersih tangan sudah langka. apotek, minimarket sudah kehabisan stok. Selain itu, warga juga mencari vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak tertular virus Corona (Covid-19). Bahkan ada sejumlah warga yang memborong bahan makanan di pusat perbelanjaan. Mereka panik dan khawatir, wabah virus yang terjadi di Wuhan, Cina, terjadi di Indonesia.

Untuk menangkal virus Corona, salah satu caranya harus mencuci tangan dengan sabun khusus mampu membunuh kuman. Sabun jenis ini langsung diburu warga. Di sejumlah apotek dan minimarket di Kota Tangerang, hand sanitizer langsung ludes. “Saya sudah keliling ke 5 apotek dan 5 minimarket, tak ada yang menjual hand sanitizer,” kata Tiya warga Taman Royal. Di apotek K 24 di Perumahan Poris Plawad, dalam sehari kemarin, 200 sampai 300 orang datang untuk membeli masker dan sabun pembersih tangan. Sayangnya, sejak dua bulan lalu, masker jenis apa pun sudah tidak dijual di apotek tersebut.

Wawan Hendrawan salah satu karyawan apotek K 24 mengatakan, setelah ada pengumuman dari Presiden, banyak warga yang datang mencari masker. Tetapi sejak dua bulan terakhir, apotek K 24 tidak mendapatkan kiriman dari distributor.

“Sejak kemarin warga banyak yang datang sejak pagi. Sampai malam pun mereka tetap menanyakan masker. Bahkan ada yang meminta nomor telepon kita, mereka akan terus menelepon untuk menanyakan masker, jika sudah ada,” ujarnya saat ditemui, Selasa (3/3).

Wawan menambahkan, kekosongan masker tersebut bukan karena stok di distributor tidak ada. Melainkan harga dari distributor yang sudah sangat tinggi. Sehingga pihaknya tidak mau mengambil dengan alasan, harga jual sudah tinggi.

“Dari distributor harganya Rp 180 ribu dan itu sangat mahal, makanya semua apotek K 24 memasang tulisan masker kosong. Tidak hanya di sini, di pusat juga memasang tulisan masker kosong agar warga tidak mencari-cari,”paparnya.

Ia menjelaskan, saat ini yang dicari warga tidak hanya masker. Tapi juga vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya Inbos, dalam setengah jam 500 strip langsung ludes.

“Sekarang warga juga mencari Inbos, itu adalah vitamin untuk daya tahan tubuh. Di kami saat ini stok hampir menipis. Untuk satu strip kami jual Rp 77 ribu dan itu banyak dicari oleh warga,”ungkapnya.

Sementara itu, Indah Prawirsari karyawan apotek Berkah di Cipondoh mengungkapkan hal yang sama. Semenjak ramai virus Corona, sudah tidak lagi menjual masker. Hal tersebut karena memang harga sudah sangat tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here