Home TANGERANG HUB Disperindagkop Pantau Pusat Belanja, Khawatir Ada yang Borong Terkena Isu Corona

Disperindagkop Pantau Pusat Belanja, Khawatir Ada yang Borong Terkena Isu Corona

0
SHARE
PANTAU: Disperindagkop UKM melakukan pemantauan di supermarket dan juga pasar tradisional untuk memastikan stock pangan aman dan tidak habis karena isu corona, Kamis (5/3). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Disperindagkop Kota Tangerang memastikan di Kota Tangerang stok pangan tetap aman dan masih stabil. Bahkan semua jenis pangan tidak ada yang kurang setelah dilakukan pengecekan.

Kepala DisperindagkopUKM Teddy Bayu mengatakan, isu yang katanya ada corona dan ketersediaan pangan sudah menipis bahkan beberapa habis itu tidak benar, dari hasil pengecekan di beberapa pasar swalayan dan juga pasar tradisional semua jenis pangan masih aman.

“Masyarakat ini panik, katanya pangan mulai menipis. Kita cek semua jenisnya di Kota Tangerang masih aman dan tidak ada kekosongan, jadi saya pastikan di Kota Tangerang ini aman dan tidak ada kekurangan pangan,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di salah satu supermarket, Kamis (5/3).

Teddy menambahkan, dari beberapa supermarket yang ada di Kota Tangerang, ada lonjakan pembelian tetapi tidak mempengaruhi stok yang ada. Karena warga yang membeli bukan menyetok melainkan memang bertepatan dengan awal bulan atau tanggal muda.

“Kita semua pantau, kalaupun ada penyetokan biasanya mendekati bulan puasa. Tetapi itu tidak banyak, mereka stock hanya sampai lebaran saja dan tidak membuat stock barang menipis,”paparnya.

Ia menjelaskan, untuk pasar tradisional seperti Pasar Anyar dan Pasar Induk Tanah Tinggi tidak terjadi penipisan stock pangan. Bahkan tidak ada warga yang memborong pangan karena adanya corona, semuanya masih stabil dan tidak ada masalah.

“Tim kami sudah melakukan pengecekan dan tidak ada masalah, semua kondisi pangan di dua pasara besar tersebut sampai saat ini masih aman. Mengenai masalah harga, di dua pasar tersebut juga tidak ada lonjakan dan tidak ada kenaikan harga,”ungkapnya.

Teddy mengimbau, masyarakat untuk bisa bijak dalam berbelanja, jangan sampai melakukan aksi penyetokan yang berimbas masyarakat lain tidak kebagian untuk membeli bahan pangan.

“Intinya, masyarkat yang berbelanja harus bijak jangan melakukan penyetokan. Karena itu tidak dibenarkan, lebih baik berbelanja seperlunya saja dan tidak perlu berlebihan,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here