Home TANGERANG HUB Genjot Kompetensi Kader, Dinkes Gelar Jambore Kesehatan

Genjot Kompetensi Kader, Dinkes Gelar Jambore Kesehatan

0
SHARE
AKSI FOTO: Wakil Walikota Benyamin Davnie didampingi Kabid Promkes Iin Sofiwati foto bersama perwakilan kader kesehatan, di sela-sela acara jambore, di Puspiptek, kemarin. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

SETU-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel menggelar jambore kader kesehatan di Graha Widya Bhakti (GWB) Puspiptek, Setu, Kamis (5/3). Jambore tersebut dihadiri sekitar 100 kader kesehatan dari Kelurahan Cilenggang, Serpong.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Iin Sofiawati mengatakan, jambore kader kesehatan dilakukan untuk meningkatkan kualitas kader kesehatan dalam memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. “Kader kesehatan perannya sangat dibutuhkan karena kepanjangan tangan Dinkes untuk sampaikan informasi-informasi kepada masyarakat,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (5/3).

Iin menambahkan, tidak mungkin Dinkes menjangkau seluruh masyarakat dengan keterbatasan petugas kesehatan termasuk petugas puskesmas. Yang termasuk kader kesehatan adalah kader posyandu, posbindu dan jumantik.

Dalam jambore kader kesehatan, ada perlombaan tentang penyuluhan kader kesehatan yang diikuti 7 peserta. Peserta melakukan penyuluhan di depan juri, mulai dari penyuluhan kepada masyarakat, wawancara tentang kinerja kader selama menjadi kader apa saja yg dilakukan. “Termasik interfensi PBHS yang sudah dilakukan terkait pengkajian PHBS yang kader lakukan,” tambahnya.

Wanita berkerudung ini menuturkan, juara lomba kader kesehatan mendapatkan hadiah uang, piala dan piagam. Saat ini, kader kesehatan di Kota Tangsel sekitar 8.000 orang namun, yang dapat honor baru 6.000 dan sisanya masih masuk daftar tunggu. “Yang dapat insentif itu kader kesehatan yang sudah berjalan dua tahun,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, penyuluhan kesehatan kepada masyarakat penting dilakukan. “Penyuluhan ini tidak bisa dilakukan petugas dari Dinkes dan Puskesmas saja tapi, perlu peran serta kader kesehatan,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Pak Ben ini menjelaskan, dalam menyampaiakan dan memberi penyuluhan kepada masyarakat perlu komunikasi yang baik. Saat ini komunikasi bida menggunakan alat komunimasi sehingga mudah, cepat dan tepat sasaran.

“Ketika ingin sampaikan kesehatan kepada anak muda harus dengan cara anak muda, kepada ibu-ibu juga harus dengan cara yang disukai ibu-ibu,” tambahnya.

Menurutnya, kader kesehatan memiliki peran penting untuk menghadirkan rasa sehat ditengah masyarakat. “Jumlah penduduk terus bertambah, dan tidak menutup kemungkinan penyakit juga bertambaha jenisnya,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here