Home TANGERANG HUB DPAD Siap Tampung Perpustakaan Vakum

DPAD Siap Tampung Perpustakaan Vakum

0
SHARE
PERPUSTAKAAN BARU: Walikota Airin Rachmi Diany didampingi Kepala DPAD Wahyu Leksono meninaju ruang perpustakaan di Jalan Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Minggu (8/3). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Setelah menunggu lama Gedung Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangsel diresmikan. Minggu (8/3) Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany meresmikan gedung yang berada di Jalan Ciater Raya, Serpong tersebut.

Gedung perpustakaan itu berada dalam satu kawasan dengan Tandon Nusa Loka. Gedung perpustakaan terdiri dari empat lantai, lantai 1-3 untuk layanan perpustakaan dan lantai keempat untuk aula pertemuan pembinaan dan sebagainya.

Kepala DPAD Kota Tangsel Wahyudi Leksono mengatakan, ada tiga kata yang ada di benak kita masing-masing terkait peresmian gedung perpustakaan, yakni terharu, bangga dan bahagia. “Ini salah satu jawaban dari pemerintah kota terhadap program pusat untuk pemberdayaan masyarakat melalui membaca, saat ini sudah ada di kita sarana prasarananya,” ujarnya, Minggu (8/3).

Wahyudi menambahkan, untuk saat ini DPAD baru mengisi di lantai pertama, sedangkan lantai 2 dan 3 akan dikembangkan jadi perpuatakaan yang terbaru. Selain itu, DPAD membuka diri untuk pengembangan perpustakaan lain. Dalam hal ini, perpustakaan yang tidak aktif lagi, bisa bergabung ke gedung perpustakaan ini.

Saat ini perputakaan memiliki koleksi buku sekitar 23.800 judul buku dan ke depan memiliki target tambah 10 ribu judul buku lagi. “Untuk menarik masyarakat datang dan membaca buku, kita juga melakukan co branding bank JBB berkaitan dengan rekening dan perlu waktu cukup panjang. Saat ini baru ada 150 warga yang punya kartu dan bisa digunakan di sini dan bisa untuk ATM,” jelasnya.

Menurutnya, siapa saja boleh datang ke perpustakaan namun, bila tidak memiliki member maka tidak bisa meminjam buku dibawa pulang. Untuk anak-anak yang memiliki KIA dan ingin membuat kartu member yang dibranding dengan ATM bank BJB bukup membayar Rp25 ribu.

“Sedangkan untuk dewasa yang telah memiliki KTP cukup bayar Rp50 ribu budah bisa memiliki kartu member perpustakaan yang di branding dengan bank BJB,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, ada target yang harus dilakukan yakni pembangun perpustakaan dan ini skala kota dan bisa digunakan juga oleh kecamatan Serpong. “Ini bagian dari penanganan banjir sehingga saat ini juga dibangun tandon Nusa Loka,” ujarnya.

Airin menambahkan, Pemkot ingin membuat civic center di tiap kecamatan. Di Pamulang sudah punya community centre, di Serpong punya Tandon Ciater dan Nuasa Loka, di Setu punya Jeletreng, di Ciputat Timur ada Pasar Gintung, an Cioutat punya Hutan Kota.

Perpustakaan juga diharap sebagai tempat bertemu masyarakat dan silaturahmi, membaca dan mencari literasi lainnya. “Jangan sampai perpustakaan tidak dikelola dengan baik, gedung besar tapi tidak bisa mengelola maka akan sia-sia saja,” jelasnya.

Airin berharap perpustakaan bisa kolaborasi dan kerjasama dengan pelaku yang menyukai tentang literasi, tokoh dan lainnya. Selain itu, membangun sangat mudah bagi Pemkot namun, yang paling sulit adalah melakukan pemeliharaan, sehingga bangunan itu akan bermanfaat untuk semuanya secara maksimal.

“Saya berharap kedepan dinas perpustakaan terus melakukan program kegiatan sehingga jumlah pengunjung atau aktivitas kegiatan apa lagi di depan sudah ada taman yang seharusnya jauh lebih baik. Tidak hanya menjadi bentuk bangunan saja tapi, ada manfaat yang bisa dihasilkan,” tuturnya.

“Saya berharap ini tidak hanya menjadi simbol kantor saja atau gedung saja tapi, ada aktivitas kegiatan masyarakat yang tujuannya adalah membuat masyarakat sehat bahagia dan sejahtera,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Cabang Bank BJB Kota Tangsel Ockie Castrena Yuliawan mengatakan, terget DPAD ada 15 ribu masyarakat memiliki kartu perpustakaan yang dibranding bank BJB. Namun, saat ini baru 145 kartu dari target tersebut.

“Untuk membuat kartu member perpustakaan yng dibranding dengan Bank BJB cukup bayar Rp 25 ribu untuk anak yang memiliki KIA dan Rp 50 ribu untuk orang dewasa,” ujarnya.

Ockie menambahkan, ATM co branding perpustakaan ini adalah kolaborasi antara DPAD dan bank BJB. Tujuanya untuk meningkatkan minat baca dari masyarkaat dan khususnya siswa. “Kita kolaborasikan dengan produk tabungan. Kalau masyarkaat punya kartu ini bisa jadi anggota perpustakaan dan nasabah BJB,” tambahnya.

“Dengan menjadi anggota maka pengguna debit kartu BKB bisa menikmati promo-promo yang dimiliki BJB,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here