Home TANGERANG HUB Sampah Liar Merebak di Cikupa

Sampah Liar Merebak di Cikupa

117
0
SHARE

TIGARAKSA – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, akan menindak tegas oknum pembuang sampah liar. Lokasi pembuangan sampah liar yakni di Kampung Sumur, Desa Talaga, Kecamatan Cikupa.

Sekretaris DLHK Kabupaten Tangerang, Budi Khumaedi mengatakan, akan mendatangi lokasi dan menyeldiki siapa saja yang membuang sampah di lokasi tersebut.

Ia mengungkapkan, sudah menerima laporan dari stafmya dan sudah disampaikan kepada pimpinan. Ia menerangkan, dalam waktu dekat akan diselesaikan permasalahan sampah liar di sana.

“Kita carikan solusi terbaik dari masalah ini. Ada juga warga yang bergantung ekonominya dari mencari sampah di sana. Maka itu kita harus melihat lebih jauh,” jelasnya kepada awak media, kemarin.

Warga Desa Talaga, Neni memgaku, sudah bertahun-tahun mencari rongsokan di lokasi pembuangan sampah liar. Ia mengungkapkan, tidak mengetahui pengelola tempat itu.

“Saya hanya mencari sampah plastik. Tidak tahu ini lahan punya siapa. Banyak sampah di tempat ini yang bisa saya ambil. Saya tahunya dari berbagai daerah,” jelasnya.

Pantuan Tangerang Ekspres, sampah diangkut dari berbagai daerah dan diangkut truk bak terbuka. Setiap hendak membuang sampah, truk diberikan selembar kertas semacam karcis. Lalu, sopir memberikan selembar kertas seperti surat jalan atau tanda volume sampah yang diangkut.

Hal ini dibenarkan, Sopian, salah seorang sopir truk yang sengaja membuang sampah di lokasi sudah berlangsung setahun. Ia mengaku hanya di suruh atasannya membuang sampah.

“Kalau di sini lebih murah. Saya hanya di suruh atasan saya buang sampah di sini. Kantornya di Jakarta tetapi tempat usahanya di dekat sini,” katanya.

Hal sama diungkapkan, warga Kecamatan Cikupa, mengaku sudah melaporkan pembuangan sampah liar di Desa Talaga. Namun, belum ada respon dari pemerintah desa dan kecamatan.

Ia mengaku, pembuangan sampah sering dilakukan pada malam hari. “Sudah bau, juga membuat sumber penyakit. Mereka yang hidup dari rongsokan juga bukan warga sini. Saya harap bisa diselesaikan permasalahan ini. Apalagi ada sampah dari pabrik di sekitar juga ikut buangnya di sana,” tuturnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here