Home TANGERANG HUB Stok Sembako Dipastikan Aman

Stok Sembako Dipastikan Aman

0
SHARE
SEPI PEMBELI: Salah seorang penjual kebutuhan dapur tertidur sambil menunggu pembeli. Wabah virus corona membuat pasar sepi pengunjung. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan memastikan stok sembilan bahan pokok (sembako) di Kota Tangsel sampai Juni mendatang aman. Stok sembako saat ini aman meskipun sekarang masyarakat banyak berada di rumah dan sudah menerapkan from work home atau bekerja dari rumah karena pandemi Covid-19 atau virus coroa.

Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana mengatakan, stom sembako untuk saat ini hasil pantauan tiap hari masih mencukupi karena, pedagang dari sebelum kasus virus corona muncul sudah mempersiapkan untuk lebaran.

“Pedagang sudah persiapkan stok sembako sampai Juni mendatang, justru kecenderungan karena social distancing atau jaga jarak mulai berjalan stok sembako justru lebih menumpuk,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (2/4).

Maya minta kepada pedagang untuk membuat inovasi dengan buat layanan penjualan online. Indag mendorong kepada pelaku usaha untuk membuat inovasi dengan membuat layanan penjualan online. Dari 6 pasar tradisional yang ada di Kota Tangsel sebagian besar pedagang sudah membuat layanan online melalaui melalui pesan singkat WhatsApp (WA).

“Untuk toko-toko modern stok barangnya di gudang juga aman sampai puasa dan lebaran karena mereka sudah siapakan jauh hari sebelum puasa dan lebaran,” tambahnya.

Masih menurutnya, selama jalur distribusi bahan pokok pangan dan lainnya terus berjalan smapai Juni maka bisa dipastikan stok sampai Juni atau lebaran masih aman. Dengan status orang bekerja dari rumah maka otomatis masyarajat jarang jalan-jalan dan makan di luar, jadi kebutuhan pokok penting agar sedikit berkurang kebutuhannya.

Contohnya masyarakat cukup makan nasi pakai lauk seadanya di rumah. Terkait harga, berdasarkan pantauan di lapangan sama seperti beberapa hari lalu dan cenderung normal seperti beras dan lainnga. “Namun, ada beberapa kebutuhan yang mengalami kenaikan karena stok terbatas, contohnya bawang putih,” jelasnya.

Selain itu, minimarket juga sudah memiliki layanan antar, sehingga layanan offline semakin dikit. Indag juga memberdayakan para UMKM dan IKM yang begerak dibidang konfeksi agar ekonomi terus berputar disuruh membuat masker dari kain.

Nantinya bila ada perusahaan yang menyalurkan bantuan melalui program CSR, Indag akan mendorong agar membeli masker kain buatan UMKM. “Sampai saat ini sudah ada sekitar 20 konfeksi yang membuat masker dari kain,” ungkapnya.

Sementara itu, stok BBM di Kota Tangsel saat ini sangat mencukupi karrna banyak masyarakat yang menerapkan kerja dari rumah. Sehingga banyak orang tidak menggunakan kendaraan untuk bepergian.

“Kalau stok gas LPG masih terhitung normal dan tidak ada perubahan karena banyak orang di rumah dan pakai gas yang ada di rumah,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here