Home TANGERANG HUB Pemkab Siapkan Kampung Iklim

Pemkab Siapkan Kampung Iklim

0
SHARE
KAMPUNG SEHAT: Pengurus PKK Kabupaten Tangerang melakukan kunjunga ke Kecamatan Cikupa perihal kampung sehat dalam rangka persiapan lomba tingkat Banten, beberapa waktu lalu. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Kampung pro iklim atau bersahabat dengan alam dipersiapkan Pemkab Tangerang. Kampung ini dikomandoi dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK) bersama program dari beberapa organisasi perangkat daerah. Nantinya, kampung ini akan menjadi percontohan bagi seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Tangerang melawan perubahan iklim.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyied mengatakan, konsep kampung pro iklim mengedepankan pembangunan ramah lingkungan. Ia mengungkapkan, isu perubahan iklim menjadi perhatian baik di Banten maupun nasional. Karenanya, dipersiapkan konsep pembangunan ramah lingkungan berbasis kampung.

“Program kampung pro iklim ini juga mencakup kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lainnya. Ada beberapa indikator suatu kampung dikatakan sebagai kampung pro-iklim. Saat ini masih ada di OPD yang bersangkutan dan melakulan kajian mengenai kampung pro-iklim ini,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres, Jumat (3/4).

Sementara, Kepala Dinas LHK, Ahmad Taufik mengatakan, pembangunan kampung pro-iklim berbarengan dengan konsep kampung tematik. Ia menjelaskan, saat ini masih dalam tahap pengkajian wilayah yang akan menjadi pilot project kampung pro iklim di Kabupaten Tangerang.

“Sudah ada kampung di beberapa kecamatan yang akan dijadikan pilot project. Ada indikator yang harus dipenuhi di setial kampung pro-iklim nantinya. Mulai dari kebencanaan, resapan air hingga pembuatan biopori. Kampung ini apabila sudah dibangun menjadi percontohan bagi seluruh desa,” katanya kepada Tangerang Ekspres saat dikonfirmasi.

Taufik menerangkan, warga di kampung pro iklim memiliki pemahaman mengenai lingkungan hidup, kebencanaan dan ketahanan pangan. Sehingga, pemerintah melakukan pembangunan dua sisi yakni, fisik dan non-fisik.

“Kita persiapkan warganya. Lalu kita juga bangun sarana dan pra-sarana atau melakukan pembangunan fisik. Nantinya, apabila terjadi bencana, warga tahu bagaimana mengantisipasi dan melakukan apa saat dan pasca bencana. Juga, secara infrastruktur mendukung ramah lingkungan. Hal yang terpenting memang ketersediaan air yang baik untuk mandi cuci kakus (MCK) dan laik konsumsi,” jelasnya.

Taufik berharap, warga mendukung dan berperan aktif serta merawat hasil pembangunan setelah dibanguannya kampung pro-iklim.

“Secepatnya di tahun ini pembangunan kampumg pro-iklim dapat diterapkan. Kita harapkan akhir tahun ini dapat diselesaikan. Sudah ada beberapa kampung yang kita kaji menjadi pilot project,” jelasnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here