Home TANGERANG HUB Begal Beraksi, Penjaga Makam Dibacok

Begal Beraksi, Penjaga Makam Dibacok

0
SHARE
DIBEGAL: Warga RT 001/01 Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, menunukkan tempat Saifullah (50) yang menjadi korban begal siang hari, Senin (13/4). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Kawanan begal kembali beraksi di Kota Tangerang. Penjahat jalanan itu memanfaatkan situasi ditengah wabah virus Corona. Korbannya Saifullah (50), penjaga makam di Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug. Selain motor yang digasak, para pelaku juga melukai korban dengan membacokan senjata tajam di bagian kepalanya.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan, kejadian tersebut diketahui oleh rekan korban, Rukyat (40) yang melihat kondisi Saifullah sudah tekapar pingsan dan ada darah di bagian kepala.

“Rukyat sengaja datang ke pemakaman untuk memberikan makanan. Setelah sampai di lokasi dirinya sempat melihat motor korban dibawa oleh orang tidak dikenal,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres, Senin (13/4).

Rachim menambahkan, setelah masuk ke salah satu ruangan di tengah pemakaman tersebut, Rukyat mendapati korban posisi tertidur. Karena tidak tahu terjadi sesuatu Rukyat membangunkan korban. Dia kaget karena ada darah dari kepala korban.

“Seteleh melihat kondisi korban terluka, Rukyat lalu teriak keluar meminta tolong kepada warga. Selanjutnya, warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ciledug,”paparnya.

Ia menjelaskan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Mulya untuk mendapatkan perawatan karena kepala korban sobek akibat benda tajam yang disabet oleh pelaku.

“Saat ini kita sedang melakukan pencarian pelaku dan motor korban, kondisi korban luka di kepala dan motor Honda Beat yang dimiliki korban hilang dibawa kabur oleh pelaku yang sempat dilihat Rukyat,”ungkapnya.

Dari informasi warga setempat, gang sepanjang 100 meter tersebut memang sepi dan tidak ada penerangan sama sekali. Sehingga para pelaku kejahatan dengan mudah melakukan aksinya, dan bahkan sudah beberapa kali kejadian di lokasi tersebut.

Saputri, seorang warga sekitar pun mengakui tidak berani melintas gang tersebut apa bila mendekati waktu Maghrib apa lagi malam hari. Karena kondisi gang tersebut sangat gelap tidak ada penerangan lampu, dan sering terjadi pembegalan.

“Di situ gelap banget, tidak ada orang dan petugas juga tidak ada. Makanya kalau minta tolong bingung, sering di situ mah pencuri-pencuri gitu. Suka aneh-aneh, mana makam kan sebelahnya makin serem gelap gitu,”pungkasnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here