Home TANGERANG HUB Warga PDP Dipasok Bahan Pangan

Warga PDP Dipasok Bahan Pangan

0
SHARE
DISTRIBUSI: Pegawai kelurahan dan kecamatan saat mengambil paket sembako yang akan didistribusikan ke pasien dalam pemantauan yang tengah mengisolasi mandiri. FOTO: Kominfo Kota Tangerang

Pemerintah Kota Tangerang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang mendistribusikan bantuan kepada warga berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang tersebar di 13 Kecamatan.

Kasubag Keagamaan Kesra Kota Tangerang Juhri menuturkan, melalui data Puskesmas dan Dinas Kesehatan terkait jumlah PDP, petugas kecamatan akan mengambil bantuan di Posko Tanggap Darurat Covid-19. Selanjutnya, akan dibagikan langsung ke rumah-rumah warga PDP melalui kelurahan, RW dan RT setempat.

“Ini sudah bantuan keempat kali bagi PDP. Dua kali beras, dua pembagian terakhir ini dilengkapi sembako pendukung. Seperti, makanan cepat saji, makanan ringan, vitamin, hand sanitizer, gula dan beberapa kebutuhan lainnya. Sehingga mereka bisa tetap terpenuhi asupannya, walau mengisolasi diri di rumah masing-masing,” jelas Juhri.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Baznas Kota Tangerang, Jaka Firmansyah mengatakan, hingga saat ini sudah 21 perusahaan swasta yang mengirimkan bantuan ke Posko Utama Kota Tangerang ini. Tak terkecuali, donasi dari pegawai Pemkot, masyarakat umum hingga beragam komunitas.

“Untuk uang sendiri, Posko Tanggap Darurat Covid-19 hingga kini sudah menerima sekitar Rp1,9 miliar. Belum lain-lainnya seperti beras, APD dan sembako. Untuk pendistribusian beras hingga kini sudah 175 ton,” ungkap Jaka.

Sejumlah mobil Trantib dari 13 kecamatan pun tak henti mengambil bantuan. Seperti dari Kecamatan Tangerang. “Kecamatan Tangerang, mengambil 75 paket bantuan untuk warga PDP. Kami berharap, dengan bantuan ini warga PDP tetap semangat menjaga imum hingga dinyatakan negatif. Tetap di rumah saja, tanpa harus gelisah memenuhi kebutuhan makan sehari-hari,” kata Abu Sofian, Sekcam Tangerang.

Seluruh bantuan akan diserahkan langsung, ke rumah-rumah warga berstatus PDP, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, melalui kelurahan, RW dan RT di wilayah masing-masing. (kom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here