Home TANGERANG HUB 138 Warga Penerima PKH Belum Terima Bantuan Sejak 2018

138 Warga Penerima PKH Belum Terima Bantuan Sejak 2018

0
SHARE
Tokoh masyarakat Desa Kramat Iskandar (kanan) saat mengikuti rapat penanganan Covid-19 di aula kantor Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, beberpa pekan lalu.

PAKUHAJI-Ratusan warga tak mampu di Kecamatan Pakuhaji, sejak 2018 belum menerima bantuan sosial apa pun dari pemerintah. Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Iskandar. Ia membeberkan ada 138 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) di desanya belum punya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) serupa kartu ATM dan buku tabungan sejak 2018.

“Jadi 138 warga KPM PKH ini belum dapat uang bantuan sosial hingga saat ini. Sebab kalau penerima PKH ingin tarik tunai uang bantuan sosial ini, harus pakai KKS yang serupa dengan kartu ATM ke mesin ATM di Bank BRI,” kata Iskandar, kepada Tangerang Ekspres, Rabu (29/4).

Iskandar memaparkan sebanyak ada 716 penerima PKH di desanya. Namun hanya 578 penerima PKH yang sudah punya KKS dan buku tabungan. Sayangnya 138 penerima PKH belum punya KKS dan buku tabungan.

“Ini sudah kami kroscek door to door ke rumah 138 penerima PKH,” ucapnya, tegas.

Iskandar menuturkan, menerima data penerima PKH itu dari pendamping PKH di desanya. Lalu setelah dikroscek ke BRI unit Mauk dan BRI unit Sepatan, mengakui bahwa 138 penerima PKH di desanya belum diberikan KKS dan buku tabungan. “Alasannya, KKS dan buku tabungannya belum dikirim dari pusat. Ini karena daftar nama-nama 138 penerima PKH terblokir,” tuturnya.

Iskandar menambahkan, ke dua BRI unit itu, bahkan mengakui saldo dana PKH sudah masuk ke nomor rekening masing-masing penerima PKH. Sayangnya uang bantuan sosial itu belum bisa disalurkan ke 138 penerima PKH.

“Ketika momen pandemik Covid-19 ini, pasti mereka membutuhkan dana bantuan. Sebab nama-nama mereka yang sudah terdaftar dalam penerima PKH, tidak boleh diajukan sebagai penerima bantuan dampak Covid-19 kepada pemkab atau provinsi,” ujarnya.

Saat ingin dikonfirmasi Tangerang Ekspres, Kepala BRI unit Mauk Chandra sedang tidak di kantornya. “Maaf pak, pimpinan saya sedang tidak di kantor,” kata keamanan BRI unit Mauk.

Sedangkan Romi, Kepala BRI unit Sepatan, saat disinggung oleh wartawan tentang persoalan tersebut melalui WhatsApp, ia tidak memberikan balasan, meskipun sebelumnya ia sempat membalas salam dari wartawan media ini.

Sementara itu, Dede Damyati, Koordinator PKH Kabupaten Tangerang mengatakan akan mengkroscek data 138 penerima PKH di Desa Kramat. “Apakah mereka sudah di luar komponen syarat sebagai penerima PKH?,” kata pria yang akrab disapa Adam ini.

Dikatakan Adam, atas instruksi Kementerian Sosial, bahwa buku tabungan KPM yang tidak ada transaksi mulai 2019 ke belakang sedang dibekukan. “Sebab anggarannya ini sedang dicek oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ujarnya.

Bahkan, kata Adam, pihaknya pernah meminta kepada kantor wilayah BRI agar menerbitkan surat keterangan apabila KKS dan buku tabungan belum bisa disalurkan kepada penerima PKH. “Ini tujuannya juga agar penerima PKH dan rekan media tidak menyalahkan pendamping PKH di wilayah pendampingan masing-masing,” pungkasnya. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here