Home TANGERANG HUB PSBB Jilid II: Jelang Buka Puasa, Tetap Ramai Berburu Makanan

PSBB Jilid II: Jelang Buka Puasa, Tetap Ramai Berburu Makanan

0
SHARE
Aturan PSBB wajib memakai masker saat berkendara, banyak dilanggar. Pemkot Tangsel akan menerapkan hukuman untuk mendisiplinkan warga. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Tangsel sesi pertama telah berlangsung 18 April dan berakhir 1 Mei lalu. Namun, PSSB yang diberlakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 belum membuahkan hasil. Jumlah kasus orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), positif Covid-19, dan korban meninggal dunia, belum bisa ditekan. Selain ini, masih banyak warga beraktivitas seperti biasa. Dengan kondisi tersebut membuat Pemkot Tangsel memperpanjang masa PSBB jilid 2, yang dimulai 2 Mei sampai 14 hari ke depan.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, telah memutuskan memperpanjang PSBB. Untuk batas waktunya akan diumumkan secepatnya. Ia berharap masyarakat mematuhi PSBB, sehingga wabah Covid-19 bisa cepat selesai. “Seperti kata Pak Presiden, kunci keberhasilan PSBB, kedisiplinan semua pihak menjalankan. Kami berharap dengan perpanjangan ini, kedisiplinan masyarakat akan meningkat. Sehingga kita bisa memutus mata rantai penyebaran covid -19 Di Tangsel,” ujarnya, Jumat (1/5).

Airin menambahkan, untuk PSBB tahap kedua ini, penegakan peraturan dan penindakan akan dipertegas. Penindakan tersebut akan dilakukan oleh Pemkot Tangsel bekerja sama dengan Polres Tangsel dan Kodim 0506 Tangerang. Ibu dua anak ini berharap masyarakat disiplin dan pemkot bersama dengan polres dan kodim akan meningkatkan pendisiplinan. Baik bagi perusahaan yang masih beroperasi maupun masyarakat yang masih melanggar. “Ini berbeda dengan saat pelaksanaan PSBB pertama yang hanya memberikan teguran,” tambahnya.

Wanita berkerudung ini menjelaskan, penindakan perlu dilakukan karena masih banyaknya masyarakat maupun perusahaan yang masih melanggar PSBB. “Mari sama-sama kita tingkatkan kedisiplinan, agar virus Covid ini bisa berakhir. Karena dengan kedisiplinanlah kita bisa memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini,” tegasnya.

Pantauan Tangerang Ekspres di lapangan, PSBB jilid dua di Kota Tangsel nampaknya tidak terlalu dipedulikan warganya. Hal tersebut bisa terlihat dari ramainya arus lalu lintas saat petang hari menjelang buka puasa pada hari pertama, Sabtu (2/5). Saat sebelum terjadi wabah Covid-19, pukul 17.00 WIB, pada bulan puasa memang selalu ramai. Banyak warga Kota Tangsel yang ngabuburit berburu takjil atau makanan untuk berbuka. Pada PSBB sesi kedua ini, kondisinya tak berubah. Warga tetap berburu makanan berbuka puasa di luar rumah.

Salah satu lokasi yang terlihat ramai adalah di Jalan Raya Maruga, Ciputat sampai Jalan Benda Raya, Pamulang. Di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangsel arus kendaraan terlihat padat dari arah Ciputat menuju Pamulang dan sebaliknya. Banyak pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker. Ada juga yang mengenakan masker tapi, tidak memakai helm. Hal serupa terlihat di sepanjang Jalan Surya Kencana Pamulang. Di lokasi ini arus kendaraan justru terlihat padat dan cenderung macet. Penjual gorengan, buah, kolak, es buah dan lain-lain ramai diserbu pembeli di sepanjang jalang itu. Tidak ada yang mengindahkan jaga jarak (physical distancing). (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here