Home TANGERANG HUB Pilkada Tinggal 4 Bulan, Ben Tetap Kendorkan Tim

Pilkada Tinggal 4 Bulan, Ben Tetap Kendorkan Tim

0
SHARE
PIMPIN SOSIALISASI: WakiL Walikota Tangsel Benyamin Davnie (di tengah) saat menyosialisasikan rencana pembangunan di salah satu kelurahan di Tangsel, beberapa waktu lalu. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Rencananya Pilkada Serentak 2020 bakal dihelat Desember mendatang. Setelah, KPU memutuskan pengunduran pilkada dari 9 September ke 9 Desember. Dengan demikian, waktu tersisa hanya empat bulan jelang pilkada berlasung.

Kendati demikian, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang saat ini menjadi kandidat bakal Calon Walikota kuat dalam Pilkada Kota Tangsel, tetap memilih mengendorkan tim untuk turun ke lapangan. Ini berkaitan dengan, pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini.

Sebagai Wakil Walikota dan sebagai calon walikota ia tidak keberatan jika pilkada yang rencananya akan dilakukan 9 Sepetember dan diundur menjadi 9 Desember karena wabah Covid-19. “Bagi saya tidak masalah kalau pilkada harus diundur,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (12/5).

Pak Ben menambahkan, bila pilkada dilakukan 9 Desember maka artinya tinggal empat bulan lagi waktu yang tersisa. Ia mengaku harus pandai-pandai bagi aktivitas dan saat ini 80 persen aktifitasnya dilakukan untuk penanganan covid-19 sebagai Wakil Gugus Tugas.

“Untuk urusan pilkada saya agak kendor dan tim juga saya off kan dulu, posko juga gitu. Mungkin habis Lebaran akan diaktifkan lagi. saya siap saja pilkada dikakukan Desember atau September,” tambahnya.

Masih menurutnya, terkait urusan dukungan partai politik terus berjalan. Ia mengaku senang Partai Golkar dan PAN tetap solid mendukungnya. “Yang pasti dukungan Golkar dan PAN ke saya dan Pilar Saga Ichsan terus berjalan,” ungkapnya.

Mantan Birokrat Pemkab Tangerang ini menuturkan, saat ini ia masih tercatat sebagai Ketua Dewan Penasehat Partai Nasdem Kota Tangsel. Bila nanti ia sudah resmi diusung Golkar atau PAN maka, harus pamit ke Partai Nasdem.

Bila 9 Desember pilkada dilakukan, tentunya waktunya mendesak membuat repot tapi, kalau diperpanjang sampai April atau Desember lebih merepotkan.

“Kalaj pilkada di tengah pandemi corona, KPU harus pandai-pandai mengatur sistemnya, terutana soal penggunaan anggaran agar cukup,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here