Home PENDIDIKAN Guru IGRA Serahkan Bantuan

Guru IGRA Serahkan Bantuan

260
0
SHARE

CIKUPA – Dampak pandemi virus corona atau Covid-19 turut menimpa para tenaga pendidik dibawah naungan Kemeneterian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang. Apalagi, sebagian besar tenaga pendidik belum berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kondisi tersebut yang mendasari Gerakan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Tangeran Peduli, menginisiasi pemberian santunan sembako kepada para anggotanya yang terdampak Covid-19.

Penyerahan bantuan secara simbolis digelar di Sekretariat IGRA Kabupaten Tangerang, di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa dengan tetap memperhatikan protokol penanganan Covid-19, membagikan 100 paket sembako melalui ketua IGRA cabang. Dengan rincian sebanyak 84 paket diberikan melalui 13 ketua cabang Raudhatul Athfal, serta 16 paket sembako bagi anak yatim dan dhuafa.

Ketua IGRA Kabupaten Tangerang, R. Hidayah memaparkan, pembagian sembako ini merupakan donasi dari guru Raudhatul Athfal untuk guru Raudhatul Athfal juga. Tujuannya, untuk membantu guru-guru Raudhatul Athfal yang terkena dampak Covid-19. Kepedulian terhadap rekan seprofesi diharapkan bisa membantu para guru yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Saat kita berikan bantuan, respon dari guru Raudhatul Athfal yang menerima terlihat sangat gembira,” terang Hidayah, disela-sela pemberian bantuan paket sembako, pekan lalu.

Kepala Kasi (Kasi) Pendidikan Madrasah, Kementerian Agama (Kemenag) H M. Iqro, mengapresiasi gerakan IGRA Kabupaten Tangeran peduli yang menyediakan bantuan sembako untuk para guru yang terdampak Covid-19.

“Bantuan yang disiapkan tidak bisa menjangkau seluruh anggota IGRA Kabupaten Tangerang. Semoga bantuan ini betul-betul sampai kepada yang membutuhkan. Dan dipergunakan sesuai dengan kebutuhan,” kata Iqro, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Iqro, dana kegiatan berasal dari jajaran anggota IGRA. Pengumpulan dana sumbangan para guru madrasah secara rutin dilakukan.

“Niat kami bukan riya, bantuan pun tidak terlalu banyak. Apalagi pada saat pandemi Covid-19, para guru Raudhatul Athfal tetap empati dan peduli kepada  sesama guru yang terkena dampak Covid-19 dalam kondisi pandemi ini, bantuan meski tidak banyak mudah-mudahan bisa membantu mereka,” kata Iqro.

“Memang ini yang paling kita perlukan, yaitu kepedulian terhadap sesama. Semoga bisa menginspirasi pihak lainnya untuk peduli dan berbagi,” tutupnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here