Home BANTEN 9.450 Calon Jemaah Haji Banten Gagal ke Tanah Suci, Biaya Haji Bisa...

9.450 Calon Jemaah Haji Banten Gagal ke Tanah Suci, Biaya Haji Bisa Diambil Kembali

0
SHARE
Suasana pelepasan keberangkatan calon jamaah haji di Kota Serang tahun lalu. Tahun ini, akibat pandemi Corona Pemerintah Indonesia memutuskan membatalkan penyelenggaraan ibadah haji.

Serang-Pemerintah Arab Saudi belum membuka akses haji bagi jemaah. Pemerintah Indonesia tak mengambil risiko. Demi keselamatan, Kementerian Agama (Kemenang) memutuskan membatalkan pengiriman jemaah calon haji (JCH)ke Arab Saudi. Imbasnya, 9.450 JCH asal Banten gagal berangkat.

Kabid Penyelenggaraan Haji Kanwil Kemenag Banten Machdum Bahtiar menjelaskan sejatinya 9.450 JCH Banten, sudah siap. “Karena wabah Corona yang belum mereda, membuat pemerintah pusat memutuskan menunda pelaksanaan haji tahun ini,” katanya. “Semua jamaah akan diberangkatkan tahun depan. Hanya diundur waktunya saja,” lanjutnya.

Sebanyak 2.043 JCH asal Kabupaten Tangerang gagal berangkat. Selain itu, jadwal pemberangkatan yang tinggal 23 hari lagi, turut menjadi biang keladi ditundanya ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang Dedi Mahfudin mengatakan, penyelenggaraan haji ditiadakan untuk kemaslahatan atau keselamatan jemaah haji itu sendiri. Dikarenakan pandemi Covid-19 belum bisa dikendalikan. Menurutnya, kondisi di Saudi Arabia sesungguhnya belum ada kejelasan terkait dengan ibadah hajinya.

“Kemudian jadwal awal pemberangkatan 26 Juni dan kalau dikaitkan kan tidak mungkin sekarang sudah 2 Juni tinggal 24 hari lagi. Sedangkan proses visa lalu calon jemaah haji ketika masuk asrama Pondok Gede itu harus dikarantina dahulu 14 hari dan lain sebagainya. Mereka pun belum diberikan bekal manasik haji apalagi di tengah pandemi,” katanya kepada Tangerang Ekspres melalui sambungan seluler, Selasa (2/6).

Ia menegaskan, dikarenakan dua faktor krusial maka Kementerian Agama memutuskan bahwa tahun ini tidak ada penyelenggaraan ibadah haji. “Itu jumlah calon jemaah haji Kabupaten Tangerang ada 2.043 jemaah. Kalau pergi haji tidak pakai travel. Ada calon jemaah yang ikut kelompok bimbingan ibadah haji dan umroh (KBIHU). Ada yang juga yang tidak masuk kategori. Tersebar di 29 kecamatan. Dominasinya di atas 40 tahun usia calon jemaah haji,” jelasnya.

Ia menerangkan, jamaah yang gagal berangkat itu, otomatis berangkat haji di tahun depan atau pada 2021 terkecuali calon jemaah membatalkan dengan menarik uang tabungan ibadah haji. Dedi menegaskan, biaya ibadah haji yang disimpan di rekening aman. Dikarenakan berada di bawah Badan Pengelola Keuangan Ibdah Haji. “Insya Allah aman. Tetapi jamaah yang ingin menarik kembali dana ibadah hajinya itu dipersilakan. Termasuk tim pemandu haji daerah yang merupakan petugas yang dibayarkan oleh anggaran daerah,” jelasnya.

Adapun, kata Dedi, perihal penumpukan antrean jemaah pada tahun berikutnya akan diatur terutama pada saat pemberangkatan. “Untuk calon jemaah haji yang berangkat tahun depan bagaimana. Itu nanti akan tergeser secara otomatis. Di mana data calon jemaah haji masuk sistem komputerisasi haji terpadu. Misal, saya tahun besok berangkat maka saya akan diseling oleh jemaah haji yang tidak berangkat tahun lalu dengan syarat tidak ada pembatalan atau penarikan dana haji. Sampai saat ini belum ada penarikan dana haji dari jemaah haji yang gagal berangkat tahun ini. Saya harap masyarakat menerima dengan sabar,” ujarnya.

Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, mencatat sebanyak 1.700 jemaah dipastikan tahun ini tidak bisa berangkat ke tanah suci.

Kepala kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Badri Hasun mengatakan, ada sekitar 1700-an calon jemaah haji asal Kota Tangerang yang dipastikan tertunda keberangkatannya.

“Kami berharap umat Islam di Kota Tangerang menyadari, karena kerajaan Arab Saudi tidak membuka. Dan kami yakin niat umat muslim dicatat sebagai amal saleh,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di kantornya, Selasa (2/6).

Menurut Badri, sangat disayangkan jika calon jemaah tidak memahami kondisi saat ini dan memaksakan diri untuk berangkat di tengah situasi pandemi Corona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here