Home TANGERANG HUB Kapolsek Sepatan Bentuk Kampung Tangguh

Kapolsek Sepatan Bentuk Kampung Tangguh

0
SHARE
PANTAU KESEDIAAN PANGAN: Kapolsek Sepatan, AKP I Gusti Moch Sugiarto, melihat bahan pangan yang disediakan untuk warga terkena dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, Perumahan GMP 2, RW 08, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (8/6). FOTO: Polsek Sepatan for Tangerang Ekspres

SEPATAN — Kapolsek Sepatan AKP I Gusti Moch Sugiarto bentuk “Kampung Tangguh Menuju Tatanan Hidup Baru” Perumahan Graha Mutiara Permai (GMP) 2, RW 08, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

“Dibentuknya kampung tangguh ini dengan maksud bisa dijadikan contoh bagi warga di wilayah hukumnya, untuk mencegah penularan Covid-19, membiasakan diri mentaati protap kesehatan dalam kehidupan New Normal menjadi terbiasa,” kata Gusti, kepada Tangerang Ekspres, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/6).

Gusti memaparkan, Kampung Tangguh dibentuk sebagai contoh bagi kampung lain dalam menghadapi wabah Covid-19 dan untuk menyikapi bila terdapat warga yang terdampak Covid 19. Diantaranya terdapat warga di-PHK dan warga yang kesulitan ekonomi untuk kehidupan sehari-hari tidak mengandalkan bantuan pemerintah.

“Tapi bisa diatasi dengan cara menaruh sembako, sayur mayur dan buah ditempat yang sudah disediakan secara suka rela. Dan warga yang terpapar atau yg membutuhkan akan mengambil secukupnya tdk berlebihan,” kata Gusti, paparnya.

Gusti mengakui, kesadaran akan kesehatan warga RW 08, dalam masa pandemik Covid-19 begitu tinggi. Ini dilakukan dengan kesadaran dan inisiatif warga. “Ini juga tercapai berkat peranan babinkamtibmas, babinsa dan perangkat RW yg senantiasa menegur dan mensosialisasikan protap Covid 19,” kata Gusti, tambahnya.

Kebiasaan yang sudah dilakukan warga 08 kata Gusti, warga yang keluar-masuk perumahan diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan disamping pos RW 08.

Kemudian kendaraan yang masuk disemprot dengan disinfektan. Lalu setiap Minggu wajib kerja bakti membersihkan lingkungan sekaligus penyemprotan disinfektan. Berikutnya bila warga belanja online, pengantar barang belanjaan tidak dibolehkan masuk, cukup menitipkan belanjaan di Pos RW, maka pembeli akan nengambil di Pos RW.

“Selanjutnya dalam pelaksanaan ibadah melaksanakan protap Covid 19. Dan aktifitas warga di dalam lingkungan, wajib memakai masker begitu pula dgn anak-anaknya,” kata Gusti, bebernya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here