Home TANGERANG HUB Sepi Pengunjung, Kera Solear Kelaparan

Sepi Pengunjung, Kera Solear Kelaparan

0
SHARE
BERKUMPUL: Puluhan Elok Kera di Hutan Lindung Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang sedang berkumpul, kemarin. FOTO: Humas Pemkab Tangerang

SOLEAR — Ribuan kera ekor panjang yang tinggal di kawasan Hutan Lindung Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, kelaparan. Kawasan konservasi yang memiliki luas 4,5 hektare ditutup, lantaran pemberlakuan PSBB di Kabupaten Tangerang.

Mereka biasanya mendapat makanan dari wisatawan yang hendak berinteraksi dengan ratusan kawanan kera berekor panjang tersebut. Namun semenjak ditutup sejak dua bulan lalu akibat dampak Covid-19 lokasi ini menjadi sepi pengunjung.

Kini sebagian dari mereka nekat memasuki permukiman warga untuk mencari makan, lantaran stok makanan yang berada di hutan tersebut terbilang minim.

Camat Solear, Kabupaten Tangerang, Sony Karsan mengatakan, ada sekitar 4-6 kera yang dilaporkan masuk ke permukiman warga. Kawanan kera ekor panjang masuk ke pemukiman diantaranya di Desa Pasanggrahan dan Desa Cikasungka.

“Saya mengira kawanan kera ini kehabisan makanan karena sudah dua bulan ditutup karena pemberlakuan PSBB,” kata Sony.

Sony menambahkan, jika kondisi ini terus dibiarkan maka besar kemungkinan semua kera ekor panjang yang hidup di hutan Solear itu terancam kelaparan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut dia, dengan cara swadaya pihaknya dibantu karang taruna dan aktivis lingkungan, mengumpulkan makanan untuk kawanan kera di hutan Solear.

“Bantuan pangan sudah diberikan dari beberapa komunitas tapi karena jumlah keranya mencapai 1-2 ribu ekor, jadi cepat habis,” ungkapnya.

Ia berharap, semua pihak termasuk Pemkab Tangerang ikut membantu mencarikan solusi agar kera-kera yang hidup di hutan Solear itu tidak kehabisan stok makanan selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Saya sudah menyurati Bupati, DLHK, Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian untuk sama-sama membantu,” ungkapnya.

Menurutnya, Hutan Lindung Solear ini telah menjadi salah satu icon wisata di Tangerang Raya. Jadi, lanjut di, pihaknya harap pemerintah daerah bisa ikut membantu dalam menjaga kelestarian mereka.(rls/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here