Home TANGERANG HUB Over Load, Truk Angkut Batu Bara Patah As

Over Load, Truk Angkut Batu Bara Patah As

0
SHARE
OVER LOAD: Dumpt Truk bermuatan Batu Bara yang diduga kelebihan muatan mengalami patah roda as di atas jembatan toll Balaraja Timur tepatnya di Desa Talaga, Kecamatan Cikupa sehingga menyebabkan kemacetan panjang, Selasa (9/6). FOTO: Satlantas Polresta Tangerang

CIKUPA-Dump Truk bermuatan batu bara yang melaju dari arah Balaraja menuju Cikupa mengalami patah roda as di jembatan atas Toll Balaraja Timur. Tepatnya di Jalan Raya Serang kilometer 21, Desa Telaga, Kecamatan Cikupa. Akibatnya arus lalu lintas mengalami kemacetan sepanjang hampir 500 meter pada pukul 07.30 WIB, Selasa (9/6).

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Tangerang, Iptu I Made Artana mengatakan, kendaraan diduga kelebihan muatan sehingga mengalami patah as roda bagian depan.

“Kejadian kendaraan patah as adalah dump truk bermuatan batu bara di Jalan Raya Serang, kilometer 21, tepatnya di atas jembatan toll Balaraja Timur. Kendaraan menuju Cikupa dari arah Balaraja. Kendaraan diduga overload atau melebih muatan sehingga beban yang terlalu berat mengakibatkan as roda patah,” katanya kepada Tangerang Ekspres.

Ia mengatakan, rekayasa lalu lintas langsung dilakukan ketika petugas tiba di lokasi untuk mengurai kemacetan. Menurutnya, kemacetan diakibatkan truk mengalami patah as di tengah jalur dimana jalur jembatan atas toll Balaraja Timur (Baltim) adanya penyempitan jalur sehingga arus lalu lintas yang bisa dilalui hanya kendaraan kecil.

“Upaya kita, pertama merekayasa lalu lintas. Jadi kendaraan besar yang datang dari arah Balaraja kita sekat di pintu till Baltim lama. Berputar, mereka mencari alternatif masuk ke toll. Kecuali kendaraan kecil atau sepeda motor. Unutk kendaraan dari arah Cikupa menuju Balaraja juga sama. Jadi kendaraan yang akan melintas ke arah Telaga Bestari kita tekukan kanan kan ke arah toll atau arah dalam. Tujuannya tidak mengganggu arus lalu lintas. Sampai saat ini arus lalu lintas sudah terpantau ramai lancar sementara menunggu proses evakuasi kendaraan,” jelasnya.

Ia mengatakan, proses evakuasi dilakukan pada pukul 12.00 WIB hal ini lantaran menunggu proses storing atau penempatan rantai derek. “Tidak ada kendala hanya saja storing dari pemilik mobil derek terlambat datang. Karena dia yang paham kondisi kendaraan dengan muatan seperti itu,” jelasnya.

Sementara, pengendara jalan, Siti Aminah, warga Tigaraksa mengaku terganggu dengan adanya peristiwa patah as rida dump truk. “Saya bisa terlambar datang kerja, Tetapi arus lalu lintas tadi lancar karena ada petugas polisi yang mengatur,” jelasnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here