Home TANGERANG HUB Warga Tak Layak Terima BLT Bisa Diganti

Warga Tak Layak Terima BLT Bisa Diganti

0
SHARE
ARAHAN: Camat Tigaraksa Rahyuni (tengah), memberikan arahan kepada warga penerima BLT Pemkab Tangerang, sebelum menerima kartu ATM dan buku rekening,  pekan lalu. FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Penyaluran buku rekening dan kartu ATM kepada penerima bantuan langsung tunai (BLT) Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang dibagi dua sesi, pagi dan siang hari. Calon penerima diminta datang ke SDN 1 Sodong, dimana warga yang hadir wajib menggunakan masker dan jaga jarak, kemarin.

Camat Tigaraksa, Rahyuni mengatakan, penerima yang tidak layak menerima diharap melaporkan diri secara langsung kepada kepala desa maupun lurah. Ia mengatakan, peralihan penerima bantuan harus diperjelas calon penerima baru agar tidak menimbulkan praduga dikemudian hari.

“Kalau memang warga yang tidak layak menerima ternyata menerima bisa dialihkan kepada yang berhak memerima. Bisa melalui musyawarah dimana dihadirkan calon penerima baru dan tidak layak menerima. Sehingga jelas, itu dialihkan kesiapa, baru ada laporan di Kelurahan Kadu Agung,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres di lokasi, pekan lalu.

Rahyuni mengatakan, pembagian BLT dibagi dua sesi agar menghindari kerumunan. Menurutnya, skema tersebut tidak hanya diterapkan di Desa Sodong, melainkan sudah dilaksanakan pada pembagian jaring pengaman sosial di semua desa dan kelurahan di Kecamatan Tigaraksa.

“Lihat kan, cukup lancar dan kondusif. Karena memang kita prepare jauh-jauh hari dan saat ini ada 337 orang. Kita bagi dua sesi, siang dan hari. Kami ingin tidak ada kerumunan. Kami bekerja sama dengan BRI serta selalu cek dan ricek antara kesiapan bank dan pemerintah desa. Untuk BLT Pemkab Tangerang, kita bagikan sudah di Keluarahan Tigaraksa, Kadu Agung, Desa Pete, Pematang dan Sodong yang saat ini kelima dan masih ada 9 lokasi lagi. Kita teknisnya satu desa satu hari,” jelasnya.

Salah satu penerima Andi, mengaku belum pernah menerima bantun sejenis selama masa pandemi Covid-19. Ia mengatakan, sudah terbiasa bertransaksi menggunakan kartu ATM.

“Saya sudah di pecat dua bulan lalu dengan alasan perusahaan efisiensi selama wabah Corona. Dahulu gajian lewat rekening sehingga tidak kaku lagi. Uang ini saya akan gunakan untuk membeli kebutuhan pokok selama satu bulan,” jelasnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here