Home TANGERANG HUB Rumah Warga Cisoka Ambruk

Rumah Warga Cisoka Ambruk

0
SHARE
Rumah Warga Cisoka Ambruk
AMBRUK: Rumah milik Anteng, warga Kampung Cempaka RT 05/08, Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, pasca ambruk. FOTO: M Deden Budiman/Tangerang Ekspres

CISOKA –Anteng Widiyasih, warga Kampung Cempaka RT 05/08, Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang saat ini membutuhkan bantuan pemerintah. Tak hanya memikirkan tempat tinggal beberapa hari kemarin ambruk, kini ia pun dibingungkaan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anaknya.

Kondisi rumah ibu dua anak tersebut runtuh lantaran kondisi bangunannya sudah tak layak lagi. Program rumah tidak layak huni pemerintah pun tidak bisa masuk, karena rumah tersebut berada pada tanah yang bukan miliknya.

Anteng mengatakan, rumah yang ditinggalinya berdiri di atas tanah milik orang tua angkatnya yang dibangun sejak 2003 silam. Khawatir tertimpa reruntuhan, dua minggu sebelum rumah itu runtuh Anteng dan kedua orang anaknya telah meninggalkan rumah tersebut.

“Selama 17 tahun saya tinggal numpang, sekarang lagi terpuruk, gak kerja dan punya beban untuk kelangsungan pendidikan dan makan anak-anak,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Diketahui satu orang anaknya tersebut kini telah lulus SD, hendak masuk SMP dan satu orang lagi masih mengenyam pendidikan SD kelas tiga. Ia kebingungan, lantaran menjadi korban PHK di tempat kerjanya sejak tiga bulan yang lalu.

“Suami saya ada, tapi dalam menafkahi keluarga itu pun tidak seberapa, karena saat ini telah masuk proses cerai,” tuturnya.

Saat ini Anteng tinggal mengontrak di Perumahan Surya Jaya Indah Blok D 1 A no 12, Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang.

“Tinggal sama anak bayar kontrakan Rp400 ribu per bulan untuk makan sehari-hari juga sulit, hanya mendapat uang dari suami sebesar Rp30 ribu. Itu juga ga cukup buat kebutuhan lainnya,” pungkas Anteng.

Saat disinggung terkait Bantuan Sosial reguler ataupun Covid-19, ia mengaku tidak masuk daftar penerima bantuan Covid-19 dan bantuan reguler. Menurutnya, pendataan telah dilakukan, hanya saja terkait dapat atau tidaknya, Anteng belum mendapat informasi. Sedangkan penyaluran BST Pemkab Tangerang saat ini sudah masuk tahap ketiga.

“Sudah lama tinggal disini, tapi bantuan dari pemerintah baik uang maupun sembako dan bantuan pendidikan buat anak belum pernah dapat. Bahkan, bantuan Covid-19 pun ga dapat, padahal saya terdampak,” tuturnya.

Anteng menjelaskan, walaupun sulit mendapatkan hunian, warga Kabupaten Tangerang itu berharap agar pemerintah bisa membantu memberikan modal usaha berapa pun nilainya.

“Ini juga anak saya mau masuk SMP belum ada biaya, mau gimana ini saya juga bingung. Gak papa rumah ngontrak tapi punya penghasilan,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Cisoka Ahmad Hafid belum memberikan komentar terkait hal ini. Wartawan telah mencoba menghubungi, namun hingga turunnya berita ini belum mendapat respons. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here