Home TANGERANG HUB Hasil Tes Lelang Jabatan Keluar Akhir Juli

Hasil Tes Lelang Jabatan Keluar Akhir Juli

147
0
SHARE

CIPUTAT-Pemkot Tangsel telah mengadakan lelang jabatan untuk posisi tiga jabatan Pimpinan tinggi Pratama Eselon II, yakni Kepala Dinas Kesehatan, Staf Ahli dan Asisten Daerah II bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Pendaftaran diikuti 13 peserta dan telah dilaksanakan Assesment, Selasa (7/7). Dalam lelang jabatan tersebut, panitia seleksi (Pansel) bekerjasama dengan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

13 peserta 13 assesment saat ini ada yang menjabat sebagai sekretaris dinas atau badan, kepala bidang. Dengan kata lain pesertanya saat ini adalah pejabat eselon 3a dan 3b. Ketua Pansel masih diketuai mantan Wakil Gubernur Banten, Masduki.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel Apendi mengatakan, tes assesment sudah dilaksanakan dan tinggal menunggu hasilnya. “Hasilnya akan keluar 14 hari kerja atau paling lama akhir bulan ini,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (15/7).

Apendi menambahkan, dalam pelaksaan lelang Pansel kerjasama dengan Unpad Bandung. Hasil penilaian yang dilakukan oleh Unpad nantinya akan diserahkan kepada Pansel. “Setelah hasilnya keluar maka peserta yang lolos akan melaju ke tahap selanjutnya, yakni tes kesehatan,” tambahnya.

Masih menurutnya, sambil menunggu hasil assesment BKPP berkoordinasi dengan RSU Kota Tangsel sebagai tempat tes kesehatan. Namun, tes kesehatan belum dapat dipastikan kapan dilaksanakan dan menunggu hasil assesment dan kesiapan RSU.

“Tes kesehatan meliputi MCU, tes jantung, mata, telinga dan lainnya,” jelasnya.

Setelah tes kesehatan, kemudian akan dilakukan pembuatan makalah dan wawancara. Pembuatan makalah tentunya sesuai bidang yang dilamar, demikian juga dengan materi wawancara.

“Pembuatan makalah dan wawancara akan kita lakukan di laboratorium computer assisted test (CAT) milik BKPP Kota Tangsel,” ungkapnya.

Sebelumnya, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, asseamentmerupakan salah satu tahapan dari rangkaian proses pengisian kekosongan Jabatan Pimpinan Tinggi.

“Pelaksanaan assessment sedikit berbeda karena kita semua berada dalam situasi yang tidak biasa, sehubungan dengan adanya pandemi covid-19. Semoga hal ini tidak mengurangi kualitas proses dan hasil dari assessment ini,” ujarnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here