Home TANGERANG HUB Ojol Bakal Diizinkan Angkut Penumpang

Ojol Bakal Diizinkan Angkut Penumpang

0
SHARE
Ojol Bakal Diizinkan Angkut Penumpang
NAIK GOJEK: Wakil Walikota Benyamin Davnie didampingi Kepala Dishub Purnama Wijaya menaiki Gojek dalam sosialisasi J3K di kawasan Pamulang, kemarin. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

PAMULANG-Gojek mengatakan siap mengaktifkan kembali layanan angkut penumpang untuk kendaraan roda atau GoRide di wilayah Tangsel. VP Corporate Affairs Gojek Teuku Parvinanda Handriawan mengatakan, pihaknya menyambut positif keputusan Pemerintah Kota Tangsel yang akan mengizinkan kembali ojek online (ojol) mengangkut penumpang.

“Kami sebagai aplikator kami siap untuk menjalankan prosedur kesehatan yang kami miliki,” ujar VP Corporate Affairs Gojek Teuku Parvinanda Handriawan kepada wartawan, Rabu (15/7).

Untuk menyambut itu, Gojek memperkenalkan inisiatif Jaga Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan (J3K) untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pelanggan di tengah pandemi Covid-19. Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam mendukung J3K adalah melakukan simulasi pelaksanaan protokol J3K di mitra UMKM GoFood dan layanan transportasi GoRide di Restoran Soto Bu Tjondro, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Rabu (15/7).

VP Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda Handriawan  mengatakan, inisiatif J3K dihadirkan tanpa ada biaya tambahan. Sejak awal pandemi, Gojek telah melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kesehatan pada setiap layanan.

“Memasuki tatanan hidup baru, Gojek terus berinovasi untuk mendukung masyarakat menjalankan kesehariannya dengan mengedepankan tiga aspek utama, yaitu kesehatan, kebersihan, dan keamanan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/7).

Pria yang biasa disapa Andri ini menambahkan, inovasi J3K dihadirkan tanpa ada pembebanan biaya tambahan karena Gojek percaya bahwa rasa aman dan nyaman harus diberikan kepada setiap mitra, pelanggan dan masyarakat.

Jaga kesehatan di dalam inisiatif J3K merupakan program Gojek dalam menerapkan gaya hidup sehat, terutama bagi para mitranya yang melayani para pelanggan setiap hari.

Salah satu inisiatif utama Jaga Kesehatan adalah mewajibkan penggunaan masker dan hand sanitizer serta pengecekan suhu tubuh bagi mitra driver di 200 titik Posko Aman J3K di berbagai kota besar termasuk 6 titik di Kota dan Kabupaten Tangerang.

Pengecekan suhu tubuh tersebut berlaku bagi karyawan mitra usaha GoFood. Gojek secara konsisten juga memberikan informasi prosedur kesehatan kepada pelanggan melalui shuffle card di aplikasi Gojek.

“Gojek juga fokus mengembangkan layanan GoMed sehingga kini pelanggan dapat membuat janji melakukan rapid test Covid-19, di samping juga bisa membeli vitamin, obat-obatan, membuat janji tatap muka dengan dokter dan lain sebagainya yang terkait layanan kesehatan, bekerja sama dengan layanan Halodoc,” jelasnya.

Sedangkan, jaga kebersihan di dalam inisiatif J3K adalah program Gojek dalam memastikan kebersihan ekosistem. Salah satunya dengan membuat Posko Aman J3K sebagai tempat melakukan disinfeksi kendaraan dan helm, pendistribusian masker, hairnet dan hand sanitizer bagi mitra driver.

Upaya lain dalam menjaga kebersihan ekosistem adalah dengan menerapkan protokol kebersihan bagi mitra usaha GoFood. Mitra GoFood diimbau untuk menyediakan wastafel dan hand sanitizer bagi mitra driver dan menjaga makanan tetap higienis.

“Di layanan GoFood, kami juga menyediakan daftar outlet mitra yang secara konsisten menerapkan penggunaan masker dan pengecekan suhu bagi karyawan, serta penggunaan segel pengaman pada kemasan,” tuturnya.

Sedangkan jaga keamanan didalam inisiatif J3K merupakan program Gojek dalam memberikan perlindungan untuk keamanan bersama. Di dalam aspek ini, Gojek memberikan informasi suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan mereka yang dapat dilihat pelanggan di aplikasi. Fitur ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Prosedur lain untuk jaga keamanan adalah adanya sekat pelindung di GoCar dan GoRide yang saat ini sedang tahap uji coba, anjuran penggunaan sarung tangan, imbauan penumpang membawa helm SNI milik pribadi. Termasuk tersedianya Zona Nyaman J3K bagi pelanggan untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.

Prosedur jaga keamanan juga sangat dioptimalkan untuk layanan GoFood, mulai dari hadirnya layanan GoFood pickup bagi pelanggan yang ingin mengambil sendiri pesanan di outlet mitra. Termasuk pengantaran tanpa kontak fisik dengan opsi teks pesan cepat pada fitur Chat di dalam pesanan antara pelanggan mitra driver yang juga berlaku untuk GoSend, GoShop, GoMart.

Di samping itu, Gojek juga menyediakan berbagai layanan seperti GoPlay, GoTix dan GoGames yang dapat dinikmati secara online agar masyarakat tetap dapat menikmati hiburan dengan cara yang aman.

“Kami juga mendorong agar pelanggan dapat mengutamakan transaksi menggunakan GoPay untuk menghindari kontak fisik, baik untuk transaksi layanan Gojek atau transaksi di merchant online atau offline,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie memberikan apresiasi kepada Gojek yang yang telah melaksanakan melaksanakan simulasi penerapan protokol kesehatan. “Dengan menerapkan protokol kesehatan, artinya Gojek juga telah siap kembali untuk mengangkut penumpang selah selama PSBB tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, di Kota Tangsel PSBN masuk tahap 7 atau sampai 26 Juli mendatang. Sampai sekarang Gojek belum boleh mengangkut penumpang namun, Pemkot sudah menerima surat pemberitahuan dari Gojek terkait kesiapannya dalam mengangkut penumpang lagi.

“Surat dari Gojek sedang kita bahas dan dalam waktu dekat akan kita balas. Tentunya nantinya Gojek boleh angkut penumpang sepanjang protokol kesehatan dilakukan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Head Regional Corporate Affair Gojek Banten Jabar Jaten dan DIY, Arum Prasodjo mengatakan, Gojek memperkenalkan penerapan protokol kesehatan dan kesehatan agar ekosistem, baik mitra dan pelanggan aman.

“Protokol ini sebenarnya sudah digelar sejak awal pandemi tapi,  komitmen kami sebagai super app tetap jadi andalan bagi masyarakat ditengah pandemi dan adaftasi kebiasana baru,” ujarnya.

Arum menambahkan, di posko aman yang didirikan sebenarnya adalah tempat cek aman bagi Gojek, cek point atas monitoring pelaksanaan protokol kesehatan mitra di lapangan. Awalnya hanya imbauan tapi, sejak Juli menjadi keharusan.

“Di Kota Tangsel ada dua posko dan kalau mitra tidak memenuhi ini maka tidak bisa narik,” jelasnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here