Home TANGERANG HUB Ratusan Ojol Jalani Swab Test

Ratusan Ojol Jalani Swab Test

0
SHARE
Ratusan Ojol Jalani Swab Test
SWAB GRATIS: Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie didampingi Kepala Dinas Perhubungan Tangsel Purnama Wijaya menyaksikan proses swab test yang dilakukan terhadap ratusan pengemudi online khususnya pengemudi gojek. Kegiatan digelar di kawasan BSD, kemarin. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

SERPONG UTARA-Ratusan ojek online (ojol) menjalani swab test covid-19 di parkiran Lotte Mart Serpong Utara, Selasa (21/7). Swab test tersebut dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Kepala Dishub Kota Tangsel Purnama Wijaya mengatakan, swab test dilakukan terhadap ojol yang ada di Kota Tangsel. “Target kita hari ini (kemarin) ada 750 ojol yang diswab test,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (21/7).

Purnama menambahkan, ojol yang mengikuti swab test tidak dikenakan biaya meskipun kalau bayar sendiri mencapai Rp1 juta per orang. “Hasilnya tidak bisa langsung ketahuan dan kalau ada yang positif akan di bawa Rumah Lawan Covid-19 atau karantina mandiri. Dan hasilnya akan diberitahu ke gugus tugas,” tambahnya.

Masih menurutnya, swab test dilakukan dalam rangka untuk memenuhi ketentuan perpanjangan PSBB 12-26 Juli Pergub Banten Nomor 29 Tahun 2020 pasal 17 ayat 5. Yakni ojol mengankut orang maka mitra pengemudinya harus sudah di swab test atau rapid test.

“Di Kota Tangsel ojol angkut penumpang sudah boleh namun, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, swab test dilakukan sebagai upaya penuhi peraturan gubernur yqng mensyaratkan bahwa pengemudi ojol boleh mengangkut penumpang sepanjang protokol kesehatannya dijalankan.

“Sejak beberpaa hari lalu menejemen Grab dan Gojek mengajukan ojol boleh beroperasi angkut online dan ini sudah saya jawab dan boleh,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, ojol yang beroperasi harus dilengkapi dengan standar-standar kesehatan. Protokol kesehatan harus tetap dijaga dan ia berharap tidak ada gesekan-gesekan yang tidak mengerti atau marah-marah.

“Saya juga harapkan kerjasama antar menejemen dan berbagai pihak dan termasuk BPJS,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Penanggung Jawab Rumah Lawan Covid-19 Suhara Manullang mengatakan, Covid-19 belum ada obat dan vaksinnya, maka kalau ada yqng tertular dan yang tertular harus segera dipisahkan atau dikarantina.

“Apabila yang tertular itu bukan kiamat tapi, akan dikarantina mandiri dan bisa dirawat di rumah lawan covid-19,” singkatnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here