Home TANGERANG HUB Usung Permata Bersinar, untuk Tangsel Berkelas Dunia

Usung Permata Bersinar, untuk Tangsel Berkelas Dunia

0
SHARE
Usung Permata Bersinar, untuk Tangsel Berkelas Dunia
Siti Nur Azizah (kiri) dan Ruhamaben (dua dari kiri) saat berkunjung ke kantor Tangerang Ekspres, gedung Graha Pena Tangerang, kemarin.

Siti Nur Azizah dan Ruhamaben sah berpasangan dalam Pilkada Kota Tangsel tahun ini. Setelah, keduanya ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon) koalisi Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pasangan ini pun, yakin bisa berjaya dalam pertarungan pilkada Desember mendatang. Mereka mengusung jargon ‘Permata yang Bersinar’.

Laporan: Endang Sahroni/ Tangerang

Kamis (16/7) lalu, Siti Nur Azizah dan Ruhamaben ditetapkan sebagai paslon Walikota dan Wakil Walikota oleh dua partai, yaitu Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Belum genap sepeken, keduanya pun berkunjung ke Graha Pena Tangerang Ekspres, Selasa (21/7) sore. Keduanya datang dengan tim lengkap. Mulai dari analis politik, media, hingga para penggawa partai yang siap berjuang dalam memenangkan keduanya. Dalam kunjungan ini, mereka memaparkan visi-misi yang dibawanya untuk Kota Tangsel ke depan.

Sebagaimana jargon yang diusung selama ini oleh Siti Nur Azizah sendiri, yaitu Pemata. Permata adalah akronim dari Pemerataan Kemajuan untuk Kesejahteraan. Dengan tagline ini, SNA, singkatan dari nama Siti Nur Azizah, yakin bahwa Kota Tangsel akan semakin lebih berkembang. “Jangan sampai kemajuan tidak menciptakan kesetaraan,” katanya, mengawali pembicaraan.

Setelah mantap dengan konsep Permata, SNA lantas membuat program yang mendukungnya. Sehingga, setelah semua tercapai maka, Kota Tangsel akan menjadi kota berkelas dunia. Kata ASN, Kota Tangsel sudah maju. Tapi, ke depan tidak cukup hanya maju. Namun, harus berkelas dunia. “Kalau nyari, searching, Kota Tangsel pasti ketemu. Di situ ada BSD, ada Alam Sutera.

Makanya, Tangsel itu betul-betul permata, sehingga makin diasah makin bersinar,” ujarnya seraya mengatakan, bersinar itu juga, sangat pas saat dipasangkan dengan Ruhamaben. Karena, bersinar di sini berasal dari gabungan kata ‘Bersama Siti Nur Azizah-Ruhamaben’.

Namun demikian, lanjut putri dari Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ini, Kota Tangsel tidak boleh sekadar maju. Melainkan, harus organik. Yaitu tumbuh secara alamiah. Tumbuh dengan tatanan demokratis, memberikan hak-hak konstitusi kepada masyarakat.

“Memberikan hak mengembangkan potensi daerahnya. Karena kita tahu, Kota Tangsel adalah kota majemuk, kota urban, betawi ada, jawa ada, majemuk dan beragam. Makanya ini harus diciptakan sebagai kota demokratis,” papar SNA.

SNA kembali mengatakan, sebagai kota berkelas dunia yang ia janjikan, juga memiliki indikator-indikatornya. Yaitu, kota yang berdemokratis, jaminan sosialnya terjamin. Serta, tumbuh entrepreneurship-entrepreneurship. Karena, basiknya Kota Tangsel sebagai kota jasa dan perdagangan. Maka, UMKM harus tumbuh dan sehat di Tangsel. “Apalagi era digital, tantangannya sangat besar. Masyarakat harus menangkap peluang pasar. Maka harus kita ciptakan entrepreneurship yang andal. Nanti kita bikin program ‘Tanding: Taman Coding’, menciptakan skill bagi generasi muda. Jadi bonus demografi ke depan memiliki dampak yang baik bagi Tangsel,” papar perempuan yang menjabat sebagai Wasekjen Partai Demokrat ini.

Untuk mendukung tumbuhnya Kota Tangsel berskala dunia, kata SNA, di Kota Tangsel juga harus ada infrastruktur maupun transportasi publik yang nyaman dan sustainable. “Karena sampai hari ini, kita belum menemukan itu. Dan sebetulnya kemacetan, banjir, dan yang lainnya itu hanya ekses-ekses saja,” katanya.

Lalu, dalam target Kota Tangsel tumbuh organik juga, SNA mengusung filosofi dari pohon kelor sebagai tanaman rakyat.

Menurutnya, kelor itu tanaman yang tumbuhnya cepat. Hal itu sangat relevan dengan Kota Tangsel yang dalam kurun waktu 11 tahun sejak berdiri, sudah memiliki banyak kelebihan. “Mana ada kota yang baru sebelas tahun sudah berpenduduk 1,6 juta. Ini persis kayak kelor, tumbuhnya cepat. Kelor juga mudah tumbuh, di mana saja tumbuh. Ini sebagai gambaran kalau masyarakatnya kuat. Dan, miniatur Indonesia, adalah Kota Tangsel salah satunya,” jelasnya lagi.

Tak beda dengan SNA, Ruhamaben yang duduk di samping SNA pun mengungkapkan jika apa yang disampaikan calon walikotanya, sudah seiring dan sepemahaman dengan apa yang selama ini menjadi tujuannya untuk terjun dalam kancah Pilkada Kota Tangsel. Hanya saja, kata dia, penyampaian dan istilahnya saja yang berbeda. “Sebetulnya sudah semua tadi disampaikan Bu Azizah. Saya tinggal menguatkan, membantu beliau. Intinya memang, apa yang disampaikan bu Azizah, sudah saya pelajari. Makanya saya kenali beliau, dan saya mantap berpasangan dengannya,” ungkap pria yang pernah dua duduk di kursi DPRD Kota Tangsel ini.

Karena itu, lanjut Ruhama (panggilan Ruhamaben), tugasnya adalah bagaimana mengawal kepemimpinan SNA kelak menjadi searah sesuai visi. Salah satunya, dalam bidang keuangan yang belakangan digelutinya. “Saya bagian engeering finance-nya. Karena pengelolaan APBD itu, membutuhkan teknik yang baik. Bagaiaman visi misi itu Direalisasikan dalam keuangan. Selama ini saya lihat, ketidakefisienan pemanfaatan keuangan. Kalau pun WTP, kadang-kadang tidak bunyi di masyarakat. Apa sih yang dirasakan masyarakat. Nah, ini yang harus kita teliti betul,” jelas lelaki yang pernah mengenyam pendidikan di Belanda ini.

Di lain sisi, kunjungan pasangan Siti Nur Azizah-Ruhamaben ini mendapat sambutan hangat jajaran Redaksi Tangerang Ekspres. Rudi Susanto selaku Pemimpin Redaksi didampingi Redpel Abdul Majid dan Manajer Kuangan dan AE Ifan Roughbi mengapresiasi langkah SNA-Ruhamaben yang memilih berkunjung ke media saat baru saja ditetapkan paslon oleh koalisi partai. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here