Home TANGERANG HUB BiSa Perdana, Bahas Coklit dan Pengawasan

BiSa Perdana, Bahas Coklit dan Pengawasan

0
SHARE
BiSa Perdana, Bahas Coklit dan Pengawasan
KANAL BARU: Ketua Bawaslu Kota Tangsel M Acep menyerahkan plakat cindera mata kepada salah satu narasumber usai bincang santai bawaslu (Bisa) di kantornya, kemarin. Diskusi ini, ditayangkan dalam kanal Youtube milik Bawaslu. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG –Bawaslu Kota Tangsel baru saja meluncurkan Bawaslu Tangsel TV. Konten berisi tentang seluk beluk pilkada ini, bisa diakses melalui kanal Youtube. Dalam situs ini, Bawaslu Tangsel menampilkan episode perdana Bincang Santai Bersama Bawaslu Kota Tangerang Selatan (BiSa). Di BiSa perdana ini, Bawaslu mengangkat tema tentang Coklit dan pengawasannya.

Hadir sebagai narasumber yaitu Anggota KPU Kota Tangerang Selatan, Ajat Sudrajat dan salah satu pengamat politik Ray Rangkuti.

Ajat menyampaikan bahwa proses pencoklitan dilakukan berdasarkan AKWK yang berjumlah 1.032.662. Angka tersebut menjadi modal Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk melakukan pendataan daftar pemilih di lapangan. Yang mana akan berpartisipasi dalam pilkada 2020 mendatang.

Dia menambahkan, dari jumlah tersebut sudah 90 persen berhasil didata. Dengan tingkat TMS mencapai sekitat 100 ribu orang. “Dari waktu yang tersisa kami yakin akan melakukan pencoklitan 100 persen,” kata dia.

Namun, Kordiv Pengawasan Bawaslu Kota Tangerang Selatan, Slamet Santosa menjelaskan bahwa selama ini proses pencoklitan memang dilakukan dengan berbeda sehingga pengawasan yang dilakukan juga berbeda. Salah satunya yang paling mencolok adalah diterapkannya protokol kesehatan.

Slamet menjelaskan bahwa dalam proses pencoklitan ini, Bawaslu melakukan pelaksanaannya secara ketat. Baik itu dalam proses tahapan atau teknis dalam penerapan protokol kesehatan. Sehingga penyelenggaraan Tahapan Pilkada 2020 bisa berjalan dengan baik.

Selain itu, Slamet juga memaparkan bahwa KPU tidak terbuka dengan data yang berhasil dicoklit. “Padahal kami perlu menyesuaikannya,” kata Slamet.

Namun, hal itu ditanggapi oleh pengamat Politik, Ray Rangkuti. Dimana setiap lembaga memang memiliki ketentuan untuk proses keterbukaan data. Bisa jadi data yang diminta oleh Bawaslu merupakan data yang memang dikecualikan.

“Ini yang harus diinovasi, bagaimana Bawaslu membuat kebijakan dalam proses pemutahiran data dengan baik. Sehingga Pilkada 2020 ini berjalan dengan baik juga,” kata dia.

BiSa merupakan kegiatan Bawaslu Kota Tangsel dalam proses sosialisasi kegiatan yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat melalui Live Streaming di Instagram, Facebook dan Youtube. Acara ini digelar setiap minggu dengan menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman pada bidang yang dibahas. (mol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here