Home TANGERANG HUB Stasiun Pondok Ranji Adopsi Konsep Terpadu

Stasiun Pondok Ranji Adopsi Konsep Terpadu

0
SHARE
Stasiun Pondok Ranji Adopsi Konsep Terpadu
PENATAAN STASIUN: Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mendampingi Menhub Budi Karya Sumadi dalam grounbreaking penataan Stasiun Pondok Ranji, kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

PONDOK AREN-Pemerintah bersama sejumlah pihak terus berkomitmen meningkatkan pelayanan moda transportasi massal. Salah satunya PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Jaya Real Property Tbk berkolaborasi melakukan penataan dan pengembangan di Stasiun Pondok Ranji di Pondok Ranji, Pondok Aren.

Kerja sama tersebut bertujuan untuk memberikan peningkatan pelayanan dan keselamatan pengguna KRL di Stasiun Pondok Ranji.

Senin (10/8) dilaksanakan Groundbreaking New Image dan Peningkatan Aksesibilitas Stasiun Pondok Ranji. Acara tersebut dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, serta Direktur Utama JRP Trisna Muliadi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya dan langkah strategis dalam membangun satu sistem tansportasi yang terintegrasi dengan moda lain, perkantoran atau kompleks perumahan.

Ia berharap masyarakat semakin mudah dalam menjangkau dan menggunakan angkutan umum massal dengan tarif terjangkau tidak terkecuali KRL yang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

“Saya menyambut baik kolaborasi yang dilakukan PT KAI bersama dengan PT Jaya Real Property untuk melakukan penataan dan pengembangan di Stasiun Pondok Ranji ini. Karena memang  masyarakat Kota Tangsel banyak yang bekerja dan beraktivitas di wilayah DKI Jakarta dengan lebih banyak memilih menggunakan KRL. Salah satu stasiun yang padat adalah di Stasiun Pondok Ranji ini,” ujarnya.

Budi Karya menginginkan bentuk kerja sama tersebut dapat diaplikasikan di wilayah lain dan tidak lupa dukungan dari pemerintah daerah agar stasiun-stasiun kereta api menjadi semakin mudah diakses oleh masyarakat. “Jadi diharapkan pengguna angkutan massal KRL semakin meningkat, sehingga dapat menyelesaikan masalah kemacetan jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, salah satu prioritas pembangunan yang ingin diwujudkan di Kota Tangsel adalah pembangunan infrastruktur kota yang nyaman, modern dan ramah lingkungan. “Groundbreaking ini tentunya mendukung perwujudan hal tersebut,” ujarnya.

Airin menambahkan, saat ini konsep kawasan terpadu di stasiun di Kota Tangsel sudah mulai dibangun di area stasiun Rawa Buntu dan sekarang di stasiun Pondok Ranji. “Saya berharap ke depan Konsep ini bisa dibangun di tempat-tempat lainnya,” tambahnya.

Selain mendukung pertumbuhan perekonomian kawasan, konsep terpadu tersebut tentunya membuat mobilisasi atau transportasi menjadi lebih efisien, mengurangi kemacetan dan mendukung penataan kawasan.

“Kolaborasi ini merupakan salah satu langkah KAI dalam mewujudkan visi perusahaan yaitu menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia melalui integrasi stasiun Pondok Ranji dengan kawasan JRP di Kota Tangsel,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, melalui penataan dan pengembangan Stasiun Pondok Ranji diharapkan dapat memberikan kemudahan, keselamatan dan kenyamanan lebih bagi masyarakat di wilayah Tangsel yang ingin bekerja ke DKI Jakarta menggunakan KRL.

“Kerja sama ini akan memberikan nilai tambah yang optimal atas aset yang dimiliki oleh KAI maupun JRP. Kedepan, stasiun-stasiun lainnya juga akan dikembangkan dengan konsep serupa agar minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dapat meningkat,” ujarnya.

Didiek menambahkan, kolaborasi tersebut merupakan salah satu langkah KAI dalam mewujudkan visi perusahaan yaitu menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia melalui integrasi stasiun Pondok Ranji dengan kawasan JRP di Tangsel.

Groundbreaking tersebut juga dilakukan dalam rangka menyambut HUT ke-75 Republik Indonesia. KAI berkomitmen untuk memajukan dan modernasi perekeretaapian Indonesia dengan penataan dan pengembangan stasiun Pondok Ranji yang ditargetkan selesai April 2021.

“Dengan semakin tingginya mobilitas masyarakat nantinya, maka diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional,” tambahnya.

Masih menurutnya, salah satu pengembangan yang dilakukan adalah penambahan akses keluar masuk stasiun  Pondok Ranji. Saat ini akses stasiun hanya melalui Jalan WR Supratman dimana jalannya sempit dan padat. Ke depan akses stasiun akan ditambah menuju Kawasan Pemukiman Bintaro Jaya yang berada di seberang Jalan Tol Jakarta Serpong.

Akses baru tersebut akan terhubung dengan stasiun melalui Connector Bridge yang nyaman. “Nantinya, keberadaan akses keluar masuk stasiun yang baru dapat mengurai kepadatan kendaraan di sekitar Stasiun Pondok Ranji,” jelasnya.

Peningkatan pelayanan juga dilakukan dengan menambah kapasitas lot perparkiran, baik roda empat yang semula 26 lot menjadi 83 lot, maupun roda dua yang semula 400 lot menjadi 1.200 lot. “Dengan peningkatan jumlah lot perparkiran ini diharapkan lebih banyak masyarakat yang beralih ke moda transporatsi KRL untuk menuju wilayah-wilayah di sekitar Jabodetabek,” ungkapnya.

Pengembangan juga dilakukan pada area komersial di stasiun sehingga pengguna KRL dapat lebih nyaman saat berada di stasiun. Saat ini, Stasiun Pondok Ranji melayani KRL rute Tanah Abang, Serpong, Parung Panjang, Maja dan Rangkasbitung dengan rata-rata volume penumpang harian sebanyak 3.546 penumpang per hari pada masa PSBB Transisi. Pada masa normal, jumlahnya mencapai rata-rata 10.892 penumpang per hari (kemarin). (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here