Home BANTEN Puluhan Warga Tersambar Petir

Puluhan Warga Tersambar Petir

0
SHARE
Puluhan Warga Tersambar Petir
DIRAWAT: Warga Cilograng, Kabupaten Lebak dirawat di puskesmas setempat akibat tersambar petir saat menonton final sepak bola, kemarin. FOTO: Ahmad Fadilah/Banten Ekspres

Petir menyambar puluhan warga yang sedang menonton pertandingan sepak bola dalam rangka HUT RI di lapangan sepak bola Lebak Gadog. Tepatnya di Kampung Cikareo, Desa Giri Mukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Senin (17/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Puluhan orang luka dan tiga warga tewas seketika.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, musibah terjadi saat warga setelah menonton final sepak bola antardesa dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 75. Saat pertandingan berlangsung, cuaca mendung pekat. Tak lama kemudian turun hujan yang disertai kilat dan guntur. Banyak warga yang berteduh di bawah pohon maupun di rumah-rumah sekitar. Tiba-tiba kilat menyambar salah satu rumah dan menyambar pula puluhan warga baik yang ada di dalam maupun di luar rumah. Seketika, gempar. Teriakan histeris bersautan, saat warga melihat korban bergelimpangan di depan rumah. Warga sekitar bergerak cepat mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman.

Koordinator Relawan BPBD Lebak Wahyudin mengatakan, dalam musibah tersebut, tiga orang meninggal dunia atas nama Irpan bin Tata (16), warga Kampung Cikondang, Desa Cikatomas Kecamatan Cilograng; Subadri bin Anum (50), warga kampung Cikareo, Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng; dan Ajid (17), warga Kampung Cijambe, Desa Pasirbungur, Kecamatan Cilograng.

Sedangkan yang luka ringan hingga kritis sekitar 23 orang dan dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. “Untuk korban luka ringan, dilakukan perawatan di Puskesmas Kecamatan Cilograng dan korban kritis atas nama Didin bin Odis (20), Suryadi bin Jumhana (24), dan Siti Patimah (23) dirujuk ke RSUD Pelabuan Ratu, karena posisi Kecamatan Cilograng berdekatan dengan Pelabuhan Ratu Sukabumi,” katanya.

Wahyu berharap masyarakat menjauhi kerumunan, tempat terbuka serta tidak berteduh di bawah pohon jika terjadi hujan yang disertai petir. “Memang saat ini sedang peralihan cuaca. Jadi di masa peralihan ini, cuaca ekstrem sering terjadi. Untuk itu kami minta warga meningkatkan kewaspadaannya,” ucapnya. (mg-5/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here